
Buya Ahmad Syafii Ma’arif (1935–2022) dikenal luas sebagai pemikir besar Indonesia yang menjunjung tinggi nilai toleransi, pluralisme, dan persatuan bangsa.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 1998–2005, serta dikenal karena keberaniannya menyuarakan keadilan sosial dan sikap moderat dalam beragama.
Semasa hidupnya, Buya aktif menulis, berdiskusi, dan hadir dalam berbagai forum intelektual di dalam maupun luar negeri.
Ziarah Sebagai Penghormatan
Selain menjadi tempat peristirahatan Buya Syafii, kompleks pemakaman Muhammadiyah di Kulon Progo juga menjadi lokasi dimakamkannya sejumlah tokoh persyarikatan. Di kawasan tersebut turut berdiri sebuah musala yang dinisbatkan kepada nama Buya Syafii Ma’arif.
Fadli berharap area tersebut dapat menjadi destinasi ziarah sejarah yang memperkuat apresiasi masyarakat terhadap warisan pemikiran dan perjuangan para tokoh bangsa.
“Melalui ziarah ini, Kementerian Kebudayaan berharap generasi bangsa dapat terus mengambil inspirasi dari nilai-nilai persatuan, toleransi, dan kebijaksanaan yang menjadi ciri perjuangan Buya Syafii. Dengan begitu, semangat kebudayaan dan kebangsaan tetap terjaga untuk memperkokoh peradaban Indonesia,” tutupnya.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















