
BOGORTODAY.COM – Pemdes Putanutug, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, mulai merealisasikan bantuan dana infrastruktur desa tahun anggaran 2025 dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Dana tahap pertama yang baru dikucurkan, Kamis (21/8/2025) difokuskan pada pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di Kampung Katapang.
Kepala Desa Putanutug, M. Darmawan, menjelaskan bahwa pembangunan TPT menjadi prioritas utama karena kondisi jalan desa sudah mulai tergerus akibat intensitas hujan.
“Bantuan ini direalisasikan pada pembangunan TPT di Kampung Katapang sepanjang 1.500 meter,” ujar Darmawan, dikutip dari metrobogor.com, Jumat (22/8/2025).
Menurutnya, kerusakan jalan desa yang semakin parah bisa mengganggu akses masyarakat, terutama jalur transportasi harian warga yang bergantung pada jalan tersebut. “Di musim penghujan saat ini, memang samping badan jalan sudah mulai rusak, makanya kita akan bangun TPT agar tidak meluas,” imbuhnya.
Selain pembangunan fisik, Darmawan menekankan pentingnya keterlibatan warga dalam proses pembangunan. Ia mengaku sudah menginstruksikan masyarakat untuk bergotong royong membersihkan lingkungan sebelum pemasangan TPT dilakukan. “Sebelum dilakukan pemasangan TPT, saya juga minta masyarakat untuk bersama-sama gotong royong membersihkan sampah,” kata dia.
Gotong royong, menurut Darmawan, bukan hanya soal tenaga, tetapi juga wujud kebersamaan dalam menjaga fasilitas umum. Dengan keterlibatan warga, ia berharap pembangunan TPT bisa lebih cepat rampung sekaligus menumbuhkan rasa memiliki atas infrastruktur desa.
Pembangunan TPT dianggap sebagai langkah strategis dalam mengurangi risiko bencana di wilayah tersebut. Jika dibiarkan, kondisi jalan yang tergerus hujan bukan hanya mengganggu mobilitas, tapi juga bisa menimbulkan bahaya longsor di tepi badan jalan.
“Dengan adanya TPT, paling tidak kerusakan jalan bisa dicegah sejak dini. Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi juga investasi untuk keselamatan warga,” ungkap Darmawan.
Kasus di Putanutug menggambarkan tantangan umum yang dihadapi banyak desa di Kabupaten Bogor. Minimnya infrastruktur dasar seringkali membuat desa rentan terhadap kerusakan jalan dan banjir lokal saat musim hujan. Pemerintah desa berharap dana bantuan dari Pemkab Bogor bisa terus berkelanjutan agar pembangunan tidak hanya bersifat tambal sulam, tetapi terencana dengan baik.
“Harapan kami, setiap bantuan bisa benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Infrastruktur yang baik akan menunjang aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” tutup Darmawan.
Bagi HalamanEditor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















