
Tidak hanya Palestina dan PBB, negara-negara seperti Inggris dan Jerman ikut menyatakan keberatan terhadap langkah Israel yang dinilai semakin memperkeruh situasi.
Netanyahu Belum Bersuara
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu belum memberikan komentar langsung terkait pengumuman E1. Namun, beberapa hari sebelumnya saat berkunjung ke Ofra—permukiman di Tepi Barat yang didirikan 25 tahun lalu—Netanyahu sempat menegaskan konsistensi janji politiknya.
“Saya katakan 25 tahun yang lalu bahwa kami akan melakukan segalanya untuk mengamankan cengkeraman kami di Tanah Israel, untuk mencegah pembentukan negara Palestina. Terima kasih Tuhan, apa yang saya janjikan, telah kami tepati,” ujar Netanyahu kala itu.
Potensi Dampak di Lapangan
Jika pembangunan permukiman E1 benar-benar dijalankan, banyak analis memperkirakan wilayah Palestina di Tepi Barat akan semakin terpecah, membuat prospek solusi damai dua negara semakin menjauh.
Langkah Israel ini memperlihatkan eskalasi politik yang berisiko memperburuk konflik, tidak hanya di kawasan, tetapi juga dalam dinamika diplomasi global.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















