
BOGORTODAY.COM – Sejumlah kelompok binaan PT Antam UBP Bauksit Kalimantan Barat melakukan studi banding terhadap kelompok binaan peternakan dan perikanan PT Antam Pongkor yang terletak di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor.
Para kelompok peternak dan perikanan binaan PT Antam Bauksit yang berada di Kecamatan Tayan, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, melaksanakan studi di beberapa kolam ikan. Salah satunya berada di Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (23/8/2025).
DSK PT Antam Bauksit, Suryadi, mengatakan bahwa kedatangan mereka ke Pongkor dilakukan karena adanya program budidaya ikan di wilayah Kalbar.
“Kami dari Kalimantan Barat karena memang ada program budidaya ikan dan kami datang ke Pongkor untuk studi banding, untuk mendapatkan pengalaman bagaimana mendapatkannya. Mengenai rencana yang kami rencanakan yaitu budidaya ikan lele dan nila serta meminimalisir kegagalan karena baru permulaan,” kata DSK PT Antam Bauksit, Suryadi.
Ia menjelaskan, alasan dilakukannya studi banding karena masih ada kelompok yang belum memahami teknis budidaya, terutama soal kualitas air, sirkulasi air, benih, pakan, hingga perhitungan biaya.
“Kalau biaya pakan tinggi, ditakutkan tidak berimbang dengan hasil panen. Kami mengupayakan konsep keberhasilannya lebih tinggi,” ujarnya.
Selain fokus pada budidaya, rombongan juga menaruh perhatian pada aspek pengembangan wisata.
“Direncanakan ke depan kolam juga dijadikan tempat berkunjung, seperti ada view yang bisa dijual,” ungkapnya.
Perbedaan iklim antara Pongkor dan Kalbar juga menjadi catatan. Maka dari itu, ia menjelaskan hal ini bakal menjadi perhatian para kelompok terutama perikanan yang berada dibawah binaan Antam Bauksit.
“Kalau di kami sedikit panas, sementara di Pongkor meskipun siang terasa masih dingin. Ini program yang harus hati-hati, jangan sampai sudah disediakan fasilitas kolam dan infrastruktur lain, karena itu bukan biaya yang sedikit,” jelasnya.
Suryadi menegaskan, dalam program ini ada sekitar 40 kelompok dari berbagai bidang yang terlibat. Diantara budidaya ikan, perternakan hewan dan pertanian.
Sementara itu, Manager CSR PT Antam UBPE Pongkor, Arif Rahman, menyampaikan apresiasinya atas kunjungan kelompok binaan Antam Bauksit.
Arif menyampaikan kegiatan studi banding ini merupakan salah satu cara tukar informasi antara unit bisnis CSR Antam di Indonesia untuk membantu produktifitas masyarakat.
“Antam menjadi barometer daerah lain itu patut kita syukuri, walaupun kita sadari di sini belum sempurna. Tetapi ini bagian daripada pengembangan atau kerja sama antar unit bisnis di bawah Antam. Jadi yang ada di sini didedikasikan ke tempat lain. Begitupun yang di Kalbar nanti, banyak yang sudah bagus kita replikasikan juga ke Pongkor,” jelasnya.
Arif menyampaikan, hingga bulan Agustus 2025 ini tercatat sudah ada 5 unit bisnis yang datang untuk melakukan studi banding di PT Antam Pongkor. Diantaranya Maluku, Kalimantan, Halmahera hingga Sulawesi.
“Hingga Agustus 2025, yang tercatat melakukan studi banding ke Antam Pongkor kurang lebih ada lima daerah seperti Maluku Utara, Sulawesi Utara, Halmahera, dan Kalimantan. Mereka studi banding lebih kepada program PPM, dan kebetulan hari ini di bidang peternakan, kalau sebelumnya secara keseluruhan,” katanya.
Ia berharap, hasil kegiatan ini bisa memberi dampak positif dan menambah semangat masyarakat yang dibina para unit bisnis CSR Antam.
“Harapan ke depan dengan adanya penyuluhan seperti ini lebih semangat dan lebih giat produktivitasnya. Tentunya ujungnya demi kemaslahatan masyarakat,” pungkasnya.
Bagi HalamanWartawan : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














