Jendral IDF Eyal Zamir Dorong Netanyahu Terima Tawaran Hamas, Publik Israel Bersuara

BOGORTODAY.COM – Seruan Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Letnan Jenderal Eyal Zamir, agar Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menerima tawaran gencatan senjata dari Hamas mendapat dukungan luas dari keluarga para sandera dan masyarakat Israel. Banyak yang menilai bahwa pernyataan Zamir mencerminkan aspirasi mayoritas warga yang menginginkan konflik segera dihentikan dan para sandera bisa kembali dengan selamat.

“Ada kesepakatan di atas meja dan itu harus diambil sekarang,” kata Zamir kepada Channel 13, seperti dilaporkan kembali Anadolu, Senin (25/8/2025).

Zamir menekankan bahwa meskipun IDF memiliki kemampuan untuk menguasai Gaza, tindakan tersebut justru berisiko tinggi terhadap keselamatan sekitar 20 sandera Israel yang masih hidup dan ditahan oleh Hamas. Ia mengingatkan bahwa serangan udara maupun operasi darat bisa berujung fatal, seperti yang pernah terjadi sebelumnya.

BACA JUGA :  Indonesia Kehilangan Dua Wakil di Hari Kedua Indonesia Open 2026, Jepang Terlalu Tangguh

Pernyataan Zamir mendapat sambutan positif dari keluarga sandera.

“Sikap Kepala Staf mencerminkan tuntutan mayoritas publik Israel akan perjanjian komprehensif yang memulangkan 50 sandera dan mengakhiri perang,” ujar perwakilan keluarga sandera.

Di sisi lain, Hamas telah menyetujui proposal gencatan senjata selama 60 hari yang diajukan oleh mediator dari Mesir dan Qatar. Dalam kesepakatan tersebut, pasukan Israel akan ditarik ke perbatasan untuk memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Hamas akan membebaskan 10 sandera yang masih hidup dan menyerahkan 18 jenazah, dengan imbalan pembebasan lebih dari 1.000 tahanan Palestina. Kesepakatan ini juga mencakup langkah awal menuju penghentian perang secara permanen.

BACA JUGA :  Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis Jadi Mata Pelajaran Pilihan di Sekolah Indonesia

Namun, Netanyahu menolak untuk menghentikan pendudukan di Kota Gaza. Ia hanya menginstruksikan negosiasi terkait pembebasan sandera, sambil tetap melanjutkan operasi militer. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, bahkan menegaskan komitmennya untuk menduduki Gaza dan merelokasi penduduknya.

Ketidaksepakatan antara militer dan pemerintah memicu perdebatan tajam di dalam negeri. Bagi banyak warga Israel, pilihan yang paling masuk akal adalah mengakhiri perang, menyelamatkan para sandera, dan membawa mereka pulang ke keluarga masing-masing. (mg1)

Bagi Halaman

Editor : Samudera

Sumber : iNews

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================