
BOGORTODAY.COM – Program Bangga Kencana kembali digaungkan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama mitra kerja sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga dan menyiapkan generasi emas Indonesia. Sosialisasi program ini digelar di Lentera Coffee, Desa Sinargalih, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Senin (25/8/2025).
Kegiatan yang dihadiri oleh kader, tokoh masyarakat, serta perwakilan instansi terkait itu menjadi wadah diskusi sekaligus penguatan peran keluarga dalam mendukung pembangunan bangsa. Anggota Komisi IX DPR RI, drh. H. Achmad Ru’yat, M.Si., turut hadir dan memberikan apresiasi atas komitmen BKKBN bersama masyarakat dalam menyukseskan program Bangga Kencana.
Dalam sambutannya, Achmad Ru’yat menegaskan pentingnya peran keluarga, khususnya keterlibatan ayah, dalam membangun generasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Di Jawa Barat masih terjadi krisis ayah, banyak anak yang tidak mendapatkan pengasuhan langsung dari ayahnya, seperti mengantar ke sekolah, mengambil rapor, atau memberikan perhatian sederhana dengan pelukan dan obrolan. Padahal peran ayah sangat penting dalam pendidikan dan keberhasilan keluarga,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya hubungan yang sah melalui pernikahan dalam membangun keluarga. Menurutnya, anak harus lahir dari pernikahan yang sah sehingga mendapatkan pengakuan dari kedua orang tua. Ia juga mengingatkan bahwa program Keluarga Berencana (KB) memiliki berbagai metode, seperti vasektomi untuk laki-laki serta suntik, IUD, implan, dan tubektomi untuk perempuan.
Sementara itu, Sekretaris Dinas P3AP2KB Kabupaten Bogor, Drs. Rusman Taufik, M.Si., menjelaskan bahwa wilayah Kabupaten Bogor dengan 46 kecamatan dan 435 desa/kelurahan memiliki tantangan kependudukan tersendiri. “Kabupaten Bogor istimewa karena jumlah laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan. Terkait program Bangga Kencana, kami ingin mewujudkan kesejahteraan masyarakat, termasuk melalui program UPPKA untuk mendukung UMKM keluarga,” jelasnya.
Rusman juga menyoroti pentingnya data dalam pelaksanaan program. Menurutnya, BKKBN telah menyiapkan aplikasi Sistem Informasi Keluarga (SIGA) untuk memperkuat basis data. Ia menambahkan, dalam upaya menekan angka stunting sesuai Perpres Nomor 72 Tahun 2021, fokus sasaran adalah calon pengantin, ibu hamil, bayi balita, dan ibu pasca persalinan.
Adapun Pranata Humas Ahli Pertama BKKBN Provinsi Jawa Barat, Roy Primera, S.I.Kom., menegaskan bahwa program BKKBN saat ini masih berfokus pada penanganan stunting. “Di Jawa Barat, angka stunting masih tercatat 19,3 persen. Program-program seperti GATI, GENTING, dan SIDAYA terus didorong sebagai langkah strategis. Titipan program dari Kemendukbangga ini harus didukung penuh berbagai pihak demi tercapainya Indonesia Emas 2025,” ungkapnya.
Roy juga mengingatkan pentingnya imbauan yang disampaikan Achmad Ru’yat agar para ayah menghindari kebiasaan merokok. Hal ini dinilai berpengaruh terhadap kesehatan keluarga dan kualitas generasi penerus.
Bagi HalamanEditor : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















