
Padahal, hal ini bisa dicegah dengan perawatan sederhana. Berikut 5 kebiasaan yang diam-diam bikin ban mobil cepat rusak:
- Mencuci Ban dengan Air Tekanan Terlalu Tinggi
Steam bertekanan tinggi memang ampuh membersihkan mobil, tapi jika nosel diarahkan terlalu dekat ke ban, lapisan pelindung karet bisa terkikis. Gunakan tekanan sedang (80–100 bar) dengan jarak aman 40–50 cm agar ban tetap awet.
- Menggunakan Semir Ban Berlebihan
Semir ban berbasis silikon memang bikin ban tampak kinclong lebih lama. Namun, jika dipakai terlalu sering, silikon bisa menyerap kandungan kompon ban, menyebabkan retakan halus, dan bikin ban licin saat hujan. Idealnya, gunakan semir ban maksimal dua minggu sekali dan hindari mengoleskan pada tapak ban.
- Terlalu Sering Menambal Ban Tubeless
Ban tubeless memang lebih tahan saat tertusuk benda tajam. Tapi kalau sudah ditambal lebih dari empat kali, permukaan ban jadi tidak rata dan daya cengkram menurun. Segera ganti ban jika muncul benjolan atau retakan halus.
- Mengisi Tekanan Angin Terlalu Tinggi
Setiap mobil punya rekomendasi tekanan ban yang berbeda. SUV umumnya 35–40 psi, sedan 30–33 psi, dan city car 30–36 psi. Jika diisi berlebihan, bagian tengah ban akan aus lebih cepat, sementara sisi samping tidak merata. Pastikan tekanan sesuai standar pabrikan.
- Mencuci Ban dengan Deterjen
Deterjen dengan kandungan alkali tinggi bisa merusak elastisitas ban, membuat karet cepat retak. Kondisi ini semakin berisiko saat musim hujan. Gunakan sabun khusus mobil dengan pH balance untuk menjaga ban tetap lentur.
Pentingnya Pilih Ban yang Tepat
Selain perawatan, memilih ban yang sesuai spesifikasi kendaraan juga penting. Apriyanto menambahkan, “Untuk wilayah tropis seperti Indonesia, pilih ban dengan teknologi drainase dan daya cengkram optimal, yang sangat bermanfaat di musim hujan.”
Editor : Gistin Illiyin
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















