Hoaks Bikin Warga Sumenep Takut Imunisasi Campak 

imunisasi campak
Foto: Ilustrasi campak (Getty Images/iStockphoto/kipgodi)

BOGORTODAY.COM – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan KB Kabupaten Sumenep masih menemukan adanya penolakan terhadap imunisasi campak. Padahal status campak di daerah tersebut sudah meningkat menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). 

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinkes Sumenep, drg Ellya Fardasah, M.Kes, dalam acara media gathering daring Kemenkes RI pada Selasa (26/8/2025). Ia menyebut masih ada orang tua yang enggan memberikan imunisasi pada anaknya. 

BACA JUGA :  Kejagung Geledah Kantor BGN, Pemerintah Minta Publik Hormati Proses Hukum

Untuk mengatasi penolakan itu, Dinkes Sumenep bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, WHO, dan UNICEF. Mereka berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat maupun sekolah yang menolak imunisasi. 

Menurut drg Ellya, banyaknya isu dan hoaks yang beredar membuat masyarakat menjadi takut. Bahkan ada anggapan keliru bahwa imunisasi campak justru menyebabkan kematian anak. 

Pihak Dinkes berusaha memetakan alasan penolakan yang terjadi di sekolah-sekolah. Beberapa orang tua khawatir soal efek samping seperti demam, sementara ada juga yang meragukan soal keamanan maupun kehalalan imunisasi. 

BACA JUGA :  Prabowo Bertemu Menlu Turki di Hambalang, Bahas Timur Tengah hingga Pemulangan Relawan Indonesia

Mengutip laman sumenepkab.go.id, Pemkab Sumenep sebelumnya telah menggelar rapat koordinasi sebelum memulai program imunisasi campak. Dari hasil rapat itu, diterbitkan Surat Edaran 400.7/191/102.5/2025 tentang pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI). 

Editor : Jihan Muheri

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================