Hoaks Bikin Warga Sumenep Takut Imunisasi Campak 

Dalam program tersebut, sebanyak 26 puskesmas di Kabupaten Sumenep dilibatkan untuk melakukan imunisasi campak secara serentak. Langkah ini diambil sebagai respon terhadap meningkatnya kasus di wilayah setempat. 

Data mencatat ada 17 kasus kematian yang terjadi, dengan 3 di antaranya terkonfirmasi positif campak melalui laboratorium. Sisanya ditetapkan sebagai campak klinis. 

BACA JUGA :  LPDP Buka Beasiswa Co-Funding 2026, Kesempatan Kuliah S2 di China, AS, hingga Indonesia

Sebagian besar kasus diketahui tidak pernah mendapat imunisasi maupun pemeriksaan spesimen laboratorium. Mayoritas juga mengalami komplikasi, seperti bronkopneumonia (88 persen), GEA (35 persen), malnutrisi (6 persen), tuberkulosis (6 persen), dan anemia (6 persen). 

Meski begitu, hingga pekan keempat Agustus 2025, kasus campak di Sumenep menunjukkan tren menurun. Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit juga berkurang secara signifikan. 

BACA JUGA :  Kanker Payudara pada Pria: Jarang, tapi Nyata dan Sama Berbahayanya

drg Ellya menegaskan, pekan ini kasus campak tidak lebih dari 200 pasien yang dirawat di Puskesmas maupun rumah sakit. Ia menyebut kondisi para pasien saat ini relatif stabil.(mg2) 

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Jihan Muheri

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================