
Ia mendorong agar dibuat aturan yang fit for purpose dan membangun ekosistem yang komprehensif bagi pekerja migran.
“Ekosistem itu besar, mulai dari daerah, proses penempatan, hingga pasca-penempatan. IBC juga ikut berkontribusi bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kementerian Perlindungan Tenaga Migran lewat program IBC In Action,” tambahnya.
Bonus Demografi dan SDM Berkualitas
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas IBC, Arsjad Rasjid, menilai Indonesia harus segera mempersiapkan diri untuk menyambut momentum bonus demografi.
Menurutnya, kunci utama agar tenaga kerja Indonesia bisa bersaing di luar negeri adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Sekarang kita menghadapi bonus demografi, di mana generasi muda jumlahnya besar. Masalahnya ada mismatch, terutama di faktor keterampilan. Jadi mau tidak mau, kita harus menyiapkan lapangan pekerjaan di luar negeri bagi tenaga migran Indonesia,” tegas Arsjad.
Dengan SDM yang memiliki keterampilan mumpuni, peluang masyarakat untuk mengakses lapangan kerja internasional semakin terbuka.
Selain bisa mengurangi pengangguran di dalam negeri, hal ini juga berpotensi memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















