Proyek BIRR jadi Prioritas Atasi Kemacetan Bogor Selatan

“Kalau tidak ada jalur akses ekonomi, bagaimana masyarakat bisa mengembangkan usaha? Dengan akses baru ini, kita berharap perekonomian di Bogor Selatan bisa tumbuh,” jelasnya.

Dedie mengungkapkan, seksi II dari BNR menuju Pamoyanan menjadi bagian yang paling siap direalisasikan. Namun, pembangunan jembatan dalam seksi tersebut membutuhkan rekomendasi teknis dari Kementerian PUPR serta izin dari Balai Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BWSCC).

BACA JUGA :  Izin PT BSS Dibekukan, Pemkab Tunggu Penyelesaian Sengketa Lahan

“Memang harus bertahap, tapi kalau tidak dimulai, tidak akan jadi apa-apa. Sekarang sudah ada 7 kilometer lahan, kalau dibiarkan saja tidak akan pernah terwujud,” tegasnya.

Lebih lanjut, Dedie menyebut Pemkot Bogor akan terus menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat untuk memperoleh dukungan anggaran, sembari mengelola APBD yang terbatas agar prioritas pembangunan tetap berjalan.

BACA JUGA :  Resep Tomyam Seafood Segar dan Gurih, Cocok untuk Menu Makan Siang

“Ini komitmen kita melanjutkan perencanaan sejak wali kota sebelumnya. Terakhir dibahas tahun 2010, saya mulai dorong dari 2019, dan sekarang alhamdulillah sudah terkumpul 7 kilometer. Kalau tidak diupayakan, biaya pembebasan tanah bisa menelan hingga triliunan rupiah,” jelasnya.

“Insyaallah, meski bertahap dan lambat, tapi pasti. Yang terpenting ada kepastian,” pungkasnya.*

Halaman:
« 1 2 » Semua

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================