
SpaceX sengaja menguji metode pendaratan alternatif ketimbang menggunakan “sumpit” robotik di menara peluncuran.
Strategi ini dianggap penting untuk memperluas opsi teknis dalam skenario penerbangan masa depan.
Serangkaian Kegagalan Sebelumnya
Keberhasilan ini terasa istimewa karena sebelumnya Starship lebih sering jadi berita karena kegagalan.
- Juni 2025: Starship meledak di landasan saat uji mesin, diduga akibat kegagalan tangki bertekanan nitrogen.
- Mei 2025: Uji terbang kesembilan berakhir lebih cepat akibat masalah teknis.
- Maret 2025: Salah satu mesin Raptor tahap atas gagal, menyebabkan kebakaran dan jatuhnya puing ke wilayah Florida dan Atlantik.
- Januari 2025: Uji terbang ketujuh gagal setelah getaran berlebih memicu kebocoran propelan dan ledakan.
Setiap kegagalan membuat SpaceX melakukan evaluasi teknis dan perombakan desain agar Starship semakin andal.
Elon Musk: Tantangan Menuju Kehidupan Multiplanet
CEO SpaceX, Elon Musk, menegaskan bahwa mengembangkan roket raksasa yang sepenuhnya dapat digunakan ulang bukanlah hal mudah.
“Ada alasan mengapa belum ada roket yang sepenuhnya dapat digunakan kembali. Ini masalah yang sangat sulit. Tapi hanya dengan cara ini kita bisa mewujudkan kehidupan multiplanet,” ujar Musk.
Keberhasilan uji terbang ke-10 ini menegaskan bahwa meski penuh rintangan, SpaceX selangkah lebih dekat dengan ambisinya menjadikan manusia spesies multiplanet.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















