Kapolda Metro Jaya Tegaskan Pengamanan Demo Buruh di DPR Tanpa Senjata Api

BOGORTODAY.COM Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, menegaskan bahwa aparat kepolisian tidak dibekali senjata api (senpi) dalam pengamanan aksi demonstrasi buruh di depan Gedung DPR, Jakarta, Kamis (28/8/2025). Ia menekankan, pendekatan yang diutamakan adalah sikap humanis, bukan tindakan agresif.

“Tidak ada yang membawa senjata api, tidak ada penembakan. Jangan bersikap agresif atau emosional. Keselamatan masyarakat dan anggota adalah prioritas, kita kedepankan sikap humanis,” ujar Asep saat memimpin apel kesiapan pengamanan.

Aturan Tegas: Gas Air Mata Hanya Atas Perintah Kapolda

Asep juga menegaskan bahwa tindakan represif hanya boleh dilakukan oleh tim Reskrim terhadap massa yang bertindak anarkis.

Sementara penggunaan gas air mata tidak bisa dilakukan sembarangan, melainkan hanya dengan instruksi langsung dari Kapolda.

BACA JUGA :  Rangkaian HJB ke-544, Gowes Napak Tilas Ajak Warga Menyusuri Sejarah dan Alam Bogor

Ia menambahkan, jika aparat menemukan barang terlarang seperti bom molotov atau senjata tajam, maka harus segera diamankan sesuai prosedur. Namun, anggota dilarang bertindak sendiri tanpa arahan.

“Kendalikan diri kita, sabar dan terukur. Jangan mudah terprovokasi, jangan ada pelanggaran aturan. Semua bergerak satu komando,” tegasnya.

4.531 Personel Gabungan Dikerahkan

Untuk mengawal jalannya aksi, sebanyak 4.531 personel gabungan dikerahkan di sekitar Gedung DPR. Ribuan aparat ini ditugaskan menjaga keamanan agar demonstrasi berlangsung tertib dan kondusif.

Aksi unjuk rasa ini digelar oleh massa buruh yang tergabung dalam Koalisi Serikat Pekerja dan Partai Buruh (KSP-PB), termasuk Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

BACA JUGA :  Kandang Ayam Broiler Dua Lantai di Caringin Bogor Ludes Terbakar

Tuntutan Massa Buruh

Dalam aksinya, buruh membawa sejumlah tuntutan utama, antara lain:

  • Menghapus sistem pekerja alih daya (outsourcing).
  • Mengeluarkan UU Ketenagakerjaan dari Omnibus Law.
  • Mendorong reformasi pajak perburuhan.
  • Mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset.
  • Menolak kebijakan upah murah.

Instruksi Kapolda Metro Jaya ini menjadi sinyal kuat bahwa pengamanan demo buruh di DPR dilakukan dengan pendekatan persuasif.

Dengan ribuan aparat dikerahkan namun tanpa senjata api, diharapkan aksi berjalan damai tanpa gesekan yang bisa merugikan masyarakat maupun aparat.

Jadi, demonstrasi ini bukan hanya jadi ajang perjuangan buruh, tapi juga ujian kesabaran aparat untuk tetap humanis, terukur, dan tidak mudah terpancing emosi.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================