Abu Lahab: Paman Nabi yang Namanya Diabadikan Sebagai Simbol Penentang Islam

Abu Lahab
Ilustrasi Laki-laki membawa unta. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Abu Lahab adalah salah satu paman Nabi Muhammad SAW yang namanya diabadikan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Lahab, sebagai simbol penentangan keras terhadap dakwah Islam.

Menurut Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, nama aslinya adalah Abdul ‘Uzza bin Abdul Muthalib. Ia dijuluki “Abu Lahab” atau “Si Menyala” karena wajahnya tampak berseri.

Istrinya adalah Arwa binti Harb, lebih dikenal dengan nama Ummu Jamil, saudari Abu Sufyan bin Harb sekaligus bibi dari Mu’awiyah.

BACA JUGA :  Bolehkah Penderita Darah Tinggi Makan Ikan Asin? Ini Penjelasan dan Pola Makan yang Tepat

Pada awalnya, Abu Lahab menunjukkan kasih sayang kepada keponakannya. Saat Nabi Muhammad SAW lahir, ia begitu gembira hingga memerdekakan budaknya, Tsuwaibah, untuk menyusui bayi Muhammad sebelum Halimah As-Sa’diyah datang.

Bahkan, salah satu putra Abu Lahab sempat menikah dengan putri Rasulullah. Namun, semua berubah drastis ketika Nabi menerima wahyu.

Perlawanan Terhadap Dakwah Nabi Muhammad SAW

Puncak penentangan Abu Lahab terjadi ketika Nabi Muhammad SAW menerima perintah untuk menyampaikan peringatan kepada keluarga terdekat. Di Bukit Shafa, Nabi menyeru kaumnya dan memperingatkan tentang azab Allah bagi orang-orang yang ingkar.

BACA JUGA :  Tiga Toko Miras Ilegal di Cileungsi Bogor Diganyang Satpol PP

Mendengar hal itu, Abu Lahab dengan lantang membentak:
“Celaka engkau! Hanya untuk ini engkau mengumpulkan kami?”

Ucapan inilah yang menjadi awal permusuhannya hingga turun Surah Al-Lahab, yang menggambarkan kebinasaan Abu Lahab beserta istrinya.

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================