Demonstrasi dan Anak: Cara Bijak Menjelaskan Politik pada Si Kecil

Demonstrasi
Ilustrasi Ibu dan Anak sedang berdiskusi. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Demonstrasi besar yang melibatkan mahasiswa, buruh, dan rakyat pada Kamis (28/8/2025) berhasil menyita perhatian publik.

Aksi ini cepat menyebar di media sosial, hingga tak sedikit anak-anak yang ikut melihat potongan video maupun kabar demonstrasi.

Hal ini membuat banyak orang tua kebingungan ketika si kecil mulai bertanya. Seperti dialami Dika (40), ia mengaku kaget saat anaknya menanyakan apa itu demonstrasi, apa itu DPR, dan mengapa ada kericuhan.

Menjelaskan politik pada anak memang bukan hal mudah. Bahasa yang digunakan, sudut pandang, hingga cara penyampaian harus benar-benar diperhatikan.

Sayangnya, tak jarang orang tua memilih menghindar membicarakan politik dengan anak. Padahal, melibatkan anak dalam demokrasi dengan bahasa sederhana bisa membantu mereka memahami realitas dengan lebih sehat.

Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua saat menjelaskan politik kepada anak, merangkum sejumlah sumber:

  1. Kendalikan kecemasan Anda terlebih dahulu

Seperti instruksi pramugari, “pasang masker oksigen untuk diri sendiri dulu sebelum membantu orang lain.” Hal ini juga berlaku saat menjelaskan isu politik. Kecemasan bisa menular pada anak. Jika orang tua tenang, anak akan merasa lebih aman.

  1. Dorong diskusi tentang nilai-nilai
BACA JUGA :  Rupiah Menguat terhadap Dolar AS, Kurs Sempat Tembus Rp17.900-an

Politik sering kali berakar pada keyakinan pribadi. Bicaralah pada anak tentang hal-hal mendasar seperti keadilan, kejujuran, atau kepedulian.

Dengan begitu, mereka bisa menilai suatu kebijakan atau peristiwa berdasarkan nilai yang mereka pahami.

  1. Mulai dari pertanyaan si kecil

Alih-alih menggurui, dengarkan dulu apa yang anak dengar atau pahami. Dengan begitu, orang tua bisa meluruskan informasi keliru sekaligus memahami cara berpikir anak.

  1. Bandingkan dengan perselisihan keluarga

Jelaskan bahwa perbedaan pendapat antara rakyat dan pemerintah mirip dengan pertengkaran di rumah.

Kadang anggota keluarga berbeda pendapat, tapi akhirnya mencari solusi bersama. Analogi sederhana ini memudahkan anak memahami konflik sosial-politik.

  1. Kaitkan dengan aturan di sekolah
BACA JUGA :  10 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Memicu Tekanan Darah Tinggi

Negara punya aturan, sama halnya dengan sekolah. Jika ada yang melanggar, bisa terjadi kericuhan. Dengan cara ini, anak lebih mudah memahami mengapa ada konflik politik ketika aturan atau kesepakatan dilanggar.

  1. Gunakan analogi ‘pembantu’

Katakan bahwa dalam masyarakat selalu ada “pembantu” yang menolong di saat sulit, seperti tokoh masyarakat, relawan, atau petugas darurat. Mereka berperan seperti asisten rumah tangga yang membantu orang tua saat kewalahan.

  1. Arahkan pada sumber terpercaya

Di era media sosial, anak mudah terpapar informasi yang belum tentu benar. Orang tua perlu menekankan pentingnya sumber informasi terpercaya, bahkan membatasi akses media sosial jika situasi terasa kacau.

Menumbuhkan Kesadaran Demokrasi Sejak Dini

Meski tidak mudah, menjelaskan politik pada anak adalah langkah penting agar mereka tumbuh sebagai generasi yang kritis sekaligus peduli.

Dengan cara yang bijak, isu-isu demokrasi bisa dipahami anak tanpa membuat mereka cemas atau salah kaprah.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================