Kapolri Listyo Sigit Minta Maaf kepada Keluarga Ojol atas Insiden Tewasnya Pengemudi Dilindas Rantis

BOGORTODAY.COM Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada keluarga besar ojek online (ojol) usai insiden tragis yang menewaskan seorang pengemudi ojol karena terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025) petang WIB.

Listyo Sigit menyampaikan langsung belasungkawa saat mengunjungi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta pada Jumat (29/8/2025) dini hari WIB. Ia bertemu dengan keluarga korban yang berinisial AK, serta tokoh masyarakat setempat.

“Tadi kami menyampaikan belasungkawa dan minta maaf dari institusi kami atas musibah yang terjadi. Kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak keluarga, pengurus masjid, dan RW untuk persiapan pemakaman serta kebutuhan lain yang diminta pihak keluarga,” ujar Listyo Sigit dalam konferensi pers di RSCM.

BACA JUGA :  Perdana, Peringatan HJB ke-544 Digelar di Citalahab Malasari

Penindaklanjutan Kasus

Kapolri menegaskan, kasus ini tidak akan berhenti begitu saja. Ia menyebut proses penindaklanjutan sudah disampaikan sebelumnya oleh Kadiv Propam Polri Abdul Kadir.

“Salah satunya adalah memastikan tindak lanjut terhadap peristiwa yang terjadi. Kami tetap akan memproses secara tegas,” tegasnya.

Permintaan Maaf untuk Keluarga Besar Ojol

Lebih jauh, Listyo Sigit juga mengucapkan permintaan maaf kepada seluruh keluarga besar ojol dan masyarakat luas atas peristiwa memilukan ini.

BACA JUGA :  Ruben Onsu Ungkap Alasan Hentikan Nafkah untuk Sarwendah Selama 6 Bulan

“Tentunya saya juga minta maaf kepada seluruh keluarga besar ojol dan masyarakat atas musibah ini. Mudah-mudahan ke depan situasi bisa lebih terkelola dengan baik. Sekali lagi kami mewakili institusi Polri menyampaikan dukacita yang mendalam dan permohonan maaf sebesar-besarnya,” kata Kapolri.

Kronologi Singkat

Diketahui, korban AK meninggal dunia setelah terlindas rantis Brimob saat pengamanan aksi demonstrasi di kawasan Pejompongan pada Kamis (28/8/2025) petang.

Insiden tersebut langsung memicu reaksi keras dari para pengemudi ojol yang hingga Jumat (29/8/2025) masih melakukan aksi di sekitar Mako Brimob, Kwitang.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================