
Profesor Neil Walsh, salah satu peneliti, menjelaskan bahwa meski kedua kelompok sama-sama merasa cemas dan detak jantung mereka meningkat, hanya kelompok yang dehidrasi yang menunjukkan respons kortisol berlebihan.
“Kortisol adalah hormon stres utama tubuh, dan reaktivitas kortisol yang berlebihan terhadap stres dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, diabetes, dan depresi,” jelas Prof Walsh.
Menariknya, peserta yang kurang minum air tidak merasa lebih haus dibanding kelompok lain. Hal ini menunjukkan bahwa tubuh tidak selalu memberi sinyal haus yang jelas, meskipun sudah mengalami dehidrasi ringan.
Pentingnya Minum Cukup Air
Pakar kesehatan umumnya menyarankan orang dewasa untuk minum sekitar 6–8 gelas cairan per hari (1,5–2 liter).
Kebutuhan cairan ini bisa meningkat saat cuaca panas, aktivitas fisik tinggi, ketika sakit, atau pada ibu hamil dan menyusui.
Jadi, jangan tunggu haus dulu baru minum. Biasakan menjaga asupan cairan agar tubuh tetap seimbang, pikiran lebih tenang, dan risiko penyakit bisa ditekan.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















