
Puncak kerusuhan terjadi menjelang dini hari, ketika massa mulai membakar gedung Sekretariat Dewan (Setwan) yang terletak di sisi timur kompleks DPRD Solo. Api baru berhasil dipadamkan menjelang subuh.
“Gedung yang terbakar itu dipakai buat kantor Sekretaris Dewan dan Kabag Rumah Tangga,” kata Budi.
Gedung utama DPRD Solo tidak mengalami kebakaran, namun kaca bagian depan terlihat pecah. Hingga pagi hari, petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan di lokasi kejadian.
Aksi demonstrasi ini dipicu oleh kematian Affan Kurniawan (21), seorang driver ojol yang terlindas kendaraan taktis Brimob saat aksi di Jakarta pada 28 Agustus 2025.
Sebelum kericuhan terjadi, para pengemudi ojol sempat diterima oleh pihak kepolisian dan menggelar salat gaib untuk mendoakan Affan. Seusai salat, mereka menyuarakan tuntutan keadilan.
“Kami minta keadilan atas peristiwa yang terjadi,” kata Sugeng, salah satu driver ojol.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden pembakaran gedung DPRD Solo yang terjadi dalam aksi tersebut. (mg1)
Editor : Samudera
Sumber : iNews
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















