Penipuan Online Meningkat: Dari Lowongan Palsu hingga Link Bansos 

BOGORTODAY.COM – Meningkatnya penggunaan internet dan aktivitas digital di Indonesia turut memicu maraknya penipuan online. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh seluruh pengguna internet. 

Data dari Indonesia Cyber Crime Combat Center (IC4) mencatat tiga modus penipuan yang paling sering dilaporkan. Di antaranya adalah penipuan berkedok instansi pemerintah, klaim dana bansos palsu, dan lowongan kerja fiktif. 

Dari ketiga modus tersebut, penipuan lowongan kerja menempati posisi teratas. Sepanjang tahun 2024, tercatat rata-rata tiga laporan per minggu atau sekitar 156 kasus. 

Berikut penjelasan dari masing-masing modus agar masyarakat bisa lebih waspada: 

  1. Penipuan Mengatasnamakan Instansi Pemerintah Lewat Link APK 

Modus ini biasanya menggunakan nama lembaga resmi dalam pesan singkat. Isi pesannya bisa berupa undian hadiah atau informasi menarik lainnya. 

Pesan tersebut dirancang untuk memancing rasa penasaran calon korban. Setelah itu, mereka diarahkan untuk mengunduh file APK tertentu. 

File APK tersebut digunakan oleh pelaku untuk mencuri data pribadi. Salah satu cara menghindarinya adalah dengan tidak langsung percaya pada pesan semacam itu. 

Sebaiknya cek langsung ke situs resmi instansi yang disebutkan. Bisa juga konfirmasi lewat akun media sosial resmi mereka. 

BACA JUGA :  Gugatan Nikita Mirzani Ditolak, Kuasa Hukum Reza Gladys Sebut Putusan Perkuat Argumentasi Mereka

Jika belum ada kepastian, abaikan saja pesan tersebut agar tidak terjebak. 

  1. Penipuan Klaim Dana Bansos Lewat Link Palsu 

Bantuan sosial sering dinanti oleh masyarakat yang membutuhkan. Bentuknya bisa berupa uang tunai atau sembako gratis. 

Sayangnya, informasi bansos sering dimanfaatkan oleh oknum untuk menipu. Modusnya adalah menyebarkan link palsu yang mengatasnamakan klaim bansos. 

Link tersebut biasanya dikirim lewat media sosial, WhatsApp, atau SMS. Pesan itu menyebut penerima masuk dalam daftar bansos dan diminta melakukan verifikasi. 

Untuk menghindari penipuan, sebaiknya cek informasi bansos langsung di situs resmi kementerian terkait. 

  1. Penipuan Lowongan Kerja Palsu 

Kesulitan mencari pekerjaan sering dimanfaatkan oleh pelaku penipuan. Mereka menyebarkan info lowongan dengan syarat mudah dan gaji tinggi. 

Banyak orang tergiur dan mencoba melamar. Namun, saat proses rekrutmen, pelamar diminta membayar sejumlah uang. 

Setelah membayar, pekerjaan yang dijanjikan tidak pernah diberikan. Untuk menghindarinya, pastikan informasi lowongan berasal dari sumber terpercaya. 

Cek apakah perusahaan benar-benar membuka lowongan tersebut. Umumnya, perusahaan tidak meminta biaya dari pelamar. 

BACA JUGA :  Harga Honda CRF250 Series Naik, CRF250 Rally Kini Hampir Tembus Rp 100 Juta

Modus-modus di atas bisa menimpa siapa saja yang aktif di dunia digital. Karena itu, penting bagi semua pihak untuk saling menjaga agar jumlah korban bisa ditekan. 

Sebagai bentuk perlindungan, dompet digital DANA menghadirkan fitur DANA Protection. Layanan ini menjamin 100% uang kembali agar pengguna tetap aman. 

Fitur ini bisa digunakan saat mengalami penipuan atau pencurian. Namun, ada beberapa syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. 

Syaratnya antara lain: HP hilang dan akun diambil alih, transaksi tertunda, pengguna DANA Premium sudah aktifkan DANA VIZ dan tidak membagikan PIN/OTP. 

Laporan harus dibuat ke DIANA sesegera mungkin setelah kejadian. Klaim tidak berlaku jika terjadi karena kelalaian atau tidak ada bukti. 

Cara klaimnya cukup mudah. Pertama, buka DANA Protection di beranda aplikasi. 

Lalu baca detail perlindungan yang tersedia. Setelah itu, tap tombol DIANA. 

Laporkan kendala yang dialami dan kirimkan dokumen serta detail transaksi. Ini akan mempercepat proses klaim. 

Yuk, segera unduh dan gunakan DANA agar transaksi digitalmu lebih aman.(mg2) 

Bagi Halaman

Editor : Jihan Muheri

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================