
Beberapa kandungan dalam soda yang dianggap berisiko:
- Asam fosfat → dapat mengganggu metabolisme kalsium dan menurunkan vitamin D.
- Kafein tinggi → berpotensi meningkatkan hormon kortisol, pemicu stres yang berdampak pada rambut.
- Gula berlebih → terkait dengan peradangan dan gangguan sirkulasi darah, dua faktor yang bisa melemahkan folikel rambut.
Riset yang Mendukung
Bukan kali ini saja soda dikaitkan dengan masalah rambut. Pada 2023, ilmuwan di China menemukan bahwa pria muda yang rutin minum minuman manis setiap hari berisiko tiga kali lebih besar mengalami kebotakan dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsi.
Riset lain menyebutkan, mereka yang mengonsumsi lebih dari 3.500 ml soda per minggu (sekitar 11 kaleng) lebih rentan mengalami kerontokan rambut.
Dampak negatifnya bukan hanya pada kebotakan, tetapi juga terhadap kepadatan, pertumbuhan, ketebalan, hingga kilau rambut.
Faktor Lain Penyebab Rambut Rontok
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa kerontokan rambut tidak hanya disebabkan oleh satu faktor. Kebotakan pada pria misalnya, bisa dipengaruhi oleh:
- Faktor genetik,
- Perubahan hormon,
- Kondisi medis tertentu,
- Proses penuaan alami.
Mengurangi konsumsi minuman bersoda bisa menjadi langkah sederhana menjaga kesehatan rambut, sekaligus mengurangi risiko penyakit lain seperti diabetes, obesitas, dan gangguan jantung.
Alih-alih mengandalkan soda, memperbanyak air putih, jus buah tanpa gula tambahan, dan pola makan bergizi seimbang lebih dianjurkan untuk menjaga rambut tetap kuat dan sehat.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















