BOGORTODAY.COM – Keberadaan trayek kendaraan perintis atau DAMRI masih sangat diminati masyarakat, khususnya di wilayah yang minim angkutan umum seperti Rumpin serta perbukitan Banyuresmi, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Kepala Terminal Leuwiliang, Wahyu Hidayat, menuturkan bahwa kebutuhan terhadap transportasi DAMRI tetap tinggi. Hal ini terutama dirasakan di daerah-daerah yang tidak memiliki trayek angkutan reguler.
“Karena bagaimanapun siswa menengah keatas yang tidak boleh membawa kendaraan ke sekolah dan mungkin dengan tidak ada yang damri mereka kesulitan. Karena transportasi umum tidak ada. Seperti Cicangkal ataupun di Kecamatan Sujayaya,” ujar Wahyu, Senin (1/9/2025).
Wahyu mengatakan, kondisi ini juga membuat kebijakan penghentian beberapa trayek DAMRI sejak awal tahun 2025 lantaran terkena dampak efisiensi anggaran di tingkat Kementerian Perhubungan.
Wartawan : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















