
“Penghentian trayek itu dimulai sejak awal tahun 2025,” ucapnya.
Ia juga mengatakan, pihak terminal sering kali mendapatkan keluhan dari calon penumpang yang terbiasa menggunakan DAMRI, Namun, ia menuturkan akan terus mendorong agar lanjut beroperasi kembali.
“Keluhan banyak makanya kami sampaikan beberapa kali seperti ke kepala desa Leuwiliang. menyampaikan dan kita mendorong supaya diadakan kembali trayek-trayek tersebut cuman dari pihak Damrinya juga saat ini masih proses, bagaimana caranya supaya dioperasikan kembali,” terangnya.
Meski begitu, Wahyu menyebut bahwa peminat angkutan DAMRI masih ada setiap hari. Seperti Leuwiliang – Cikidang yang saat ini hanya menyisakan 2 unit kendaraan.
Wartawan : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















