Sri Mulyani Angkat Bicara soal Penjarahan Rumahnya, Sampaikan Permohonan Maaf

Ia menilai mekanisme tersebut merupakan bagian dari sistem demokrasi Indonesia yang beradab, meski dalam praktiknya masih jauh dari sempurna.

Menurut Sri Mulyani, tugas memperbaiki kualitas demokrasi harus dilakukan dengan beradab, bukan melalui anarki, intimidasi, maupun represi.

Ia juga menekankan pentingnya integritas, profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam menjalankan amanah negara.

Bendahara Negara itu pun berterima kasih kepada seluruh elemen masyarakat—mulai dari akademisi, pelaku usaha, media, hingga netizen—yang terus memberikan kritik, masukan, maupun doa. Ia menyebut hal tersebut sebagai bagian dari proses membangun Indonesia.

BACA JUGA :  Bupati Bogor Dorong Kebijakan Daerah Berlandaskan Pancasila

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat. Kami mohon maaf, pasti masih banyak sekali kekurangan. Bismillah, kami perbaiki menerus. Semoga Allah SWT memberkahi dan melindungi Indonesia,” tulis Sri Mulyani.

Sebelumnya, kediaman pribadi Sri Mulyani di Jalan Mandar, Bintaro, Tangerang Selatan, menjadi sasaran penjarahan pada Minggu (31/8/2025) dini hari. Penjarahan terjadi dua kali, sekitar pukul 00.30 WIB dan 03.30 WIB.

BACA JUGA :  Toyota Fortuner Seruduk Warung di Kemang, Pengendara Motor Tewas

Sejumlah barang berharga, mulai dari elektronik, pakaian, hingga lukisan, dilaporkan raib. Menurut warga sekitar, jumlah massa pada gelombang kedua penjarahan lebih besar dibandingkan yang pertama.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================