Aksi Damai Mahasiswa di Depan Istana Bogor, Tuntut Pangkas Tunjangan DPR dan Jaga Etika Politik

Aksi Damai
Aksi Damai para mahasiswa di Depan Istana Bogor, pada Senin (1/9/2025). (Foto: Dok. Bogortoday.com)

BOGORTODAY.COM – Gerakan Intelektual Cipayung Plus Bogor menggelar aksi damai sebagai refleksi atas kondisi demokrasi di Indonesia. Aksi ini menjadi wadah penyampaian aspirasi, terutama terkait kesenjangan antara kesejahteraan rakyat dan kebijakan politik yang sedang berjalan.

Dalam orasinya, para mahasiswa menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya beban ekonomi masyarakat. Mereka menilai, kebijakan yang berpihak pada rakyat sangat mendesak di tengah harga kebutuhan pokok yang kian melambung.

Salah satu isu yang mendapat sorotan adalah besarnya tunjangan dan gaji anggota DPR yang dianggap tidak seimbang dengan kondisi ekonomi masyarakat. Menurut mereka, hal ini memicu ketidakpercayaan publik terhadap lembaga legislatif.

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Jaro Ade dan Pengcab IMI Kabupaten Bogor Susuri Jejak Raden Ipik dari Jasinga hingga Malasari

Selain itu, mereka juga menyerukan pentingnya menjaga etika politik dan sikap kenegarawanan dari para wakil rakyat. “Demokrasi seharusnya menjadi ruang kebersamaan, bukan jurang yang memisahkan rakyat dan wakilnya,” ungkap salah satu orator.

Aksi ini juga menyinggung pentingnya penghormatan terhadap kemanusiaan dan hak menyampaikan pendapat di ruang publik. Para mahasiswa menekankan agar aparat negara lebih mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga ketertiban.

BACA JUGA :  Kemensos Akui Sekolah Rakyat Masih Kekurangan Guru dan Asrama

Dalam tuntutannya, Cipayung Plus Bogor menyampaikan dua poin utama yaitu, transparansi pembatalan tunjangan DPR serta pemangkasan anggaran yang tidak berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

Dorongan kepada Majelis Kehormatan Dewan (MKD) untuk menindak tegas anggota DPR yang dinilai melanggar etika dan merugikan citra lembaga.

Gerakan ini diharapkan menjadi pengingat bagi pemerintah dan parlemen untuk lebih peka terhadap aspirasi rakyat serta menjadikan demokrasi sebagai sarana membangun kebersamaan, bukan memecah belah.

Bagi Halaman

Wartawan : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================