Harga Emas Dunia Terkoreksi Usai Cetak Rekor Tertinggi, Masih Berpotensi Menguat

Harga Emas
Ilustrasi Harga Emas. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM – Harga emas dunia mulai terkoreksi setelah sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah.

Pelemahan ini terjadi akibat aksi ambil untung (profit taking) oleh investor setelah reli kuat dalam beberapa hari terakhir.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 3.546,73 per troy ons pada pukul 01.52 GMT. Sebelumnya, emas batangan mencapai rekor tertinggi di US$ 3.578,50 per troy ons.

Adapun kontrak emas berjangka Amerika Serikat (AS) untuk pengiriman Desember melemah 0,8% ke US$ 3.605,60 per troy ons.

Meski demikian, analis menilai emas masih berada dalam tren bullish, didorong ekspektasi kuat terhadap pemangkasan suku bunga AS.

BACA JUGA :  Ini 20 Negara Paling Makmur di Dunia Tahun 2026, Singapura Pimpin Asia

Pasar juga menanti rilis data ketenagakerjaan AS pekan ini sebagai penentu arah pergerakan berikutnya.

“Kita telah melihat sedikit aksi ambil untung, tetapi emas masih dalam kondisi bullish saat ini. Ekspektasi penurunan suku bunga dan kekhawatiran atas independensi Federal Reserve akan meningkatkan permintaan aset safe haven,” kata Brian Lan, Direktur Utama GoldSilver Central, dikutip Kamis (4/9/2025).

Brian Lan bahkan menilai harga emas berpotensi kembali menguat dalam waktu dekat.

“Kami tidak akan terkejut bahkan jika harga emas naik hingga US$ 3.800 atau lebih tinggi,” jelasnya.

Dari sisi fundamental, data terbaru Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan pada Juli turun lebih besar dari perkiraan, yakni menjadi 7,181 juta.

BACA JUGA :  Kabar Gembira, Perumda Tirta Pakuan Gelar Promo Pasang Baru Murah Meriah di Momentum HJB

Kondisi ini memperkuat kekhawatiran para pejabat The Fed mengenai pasar tenaga kerja dan menambah keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga.

Sejalan dengan itu, Gubernur The Fed Christopher Waller menilai bank sentral sebaiknya memangkas suku bunga pada pertemuan berikutnya.

Ekspektasi pasar kini menunjukkan probabilitas 97% bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada 17 September mendatang.

Dengan ekspektasi tersebut, meskipun sempat melemah, harga emas diyakini masih memiliki ruang besar untuk melanjutkan penguatan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================