Venezuela Tuduh AS Cari Alasan Serang dengan Dalih Memerangi Narkoba

BOGORTODAY.COM – Pemerintah Venezuela menuduh Amerika Serikat tengah mencari pembenaran untuk melakukan intervensi militer dengan dalih pemberantasan narkoba. Tuduhan ini muncul setelah militer AS menyerang sebuah kapal di wilayah selatan Karibia yang diduga membawa narkotika, menewaskan 11 orang pada Selasa (2/9/2025).

Freddy Nanez, Menteri Komunikasi dan Informasi Venezuela, menyatakan keraguannya terhadap keaslian video yang dirilis oleh pihak AS terkait insiden tersebut. Ia menuding bahwa rekaman itu merupakan hasil manipulasi teknologi kecerdasan buatan.

“Tampaknya Marco Rubio terus berbohong kepada presidennya. Setelah memojokkan, kini dia menunjukkan video AI sebagai bukti. Hentikan hasutan perang dan percobaan mengotori tangan Presiden Donald Trump dengan darah,” ujar Nanez, di Telegram.

BACA JUGA :  Indonesia Kehilangan Dua Wakil di Hari Kedua Indonesia Open 2026, Jepang Terlalu Tangguh

Menurut Nanez, hasil investigasi independen menunjukkan adanya kejanggalan dalam video tersebut, seperti efek ledakan yang tampak seperti animasi dan tampilan air yang tidak realistis.

Presiden AS Donald Trump telah mengonfirmasi serangan tersebut dan menyatakan bahwa kapal yang diserang memiliki kaitan dengan kartel narkoba Tren de Aragua (TDA). Namun, klaim itu segera dibantah oleh parlemen Venezuela.

Anggota parlemen Gilbert Jimenez menilai laporan dari AS tidak masuk akal, karena jalur Karibia merupakan area yang diawasi ketat oleh militer AS dan tidak lazim digunakan oleh penyelundup narkoba.

“Laporan itu bisa saja dijadikan alasan untuk menyerang Venezuela,” kata Jimenez kepada kantor berita Rusia, RIA Novosti.

BACA JUGA :  Korea Utara Pamer Fasilitas Uranium Baru, Kim Jong Un Pertegas Ambisi Perkuat Senjata Nuklir

Presiden Venezuela Nicolas Maduro bahkan menuduh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sengaja mendorong pemerintah AS ke arah konflik bersenjata dengan Venezuela.

Kecurigaan pemerintah Venezuela semakin meningkat setelah muncul laporan bahwa AS telah mengirimkan tiga kapal perang ke Karibia, membawa lebih dari 4.000 personel militer. Meski disebut sebagai bagian dari operasi melawan kartel narkoba, Caracas menilai langkah tersebut sebagai upaya tekanan terhadap pemerintahan Maduro.

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt juga sempat menyatakan pada 19 Agustus bahwa Presiden Trump mungkin akan menggunakan kekuatan militer dalam operasi pemberantasan narkoba di Venezuela. (mg1)

Bagi Halaman

Editor : Samudera

Sumber : iNews

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================