BOGORTODAY.COM – Pangeran Hisahito, calon pewaris takhta kedua kekaisaran Jepang, untuk pertama kalinya tampil di depan wartawan dalam sebuah konferensi pers pada 3 Maret 2025.
Dalam kesempatan itu, pangeran berusia 18 tahun tersebut berbicara mengenai ketertarikannya pada dunia akademis sekaligus janji untuk menjalani tugas kekaisaran di masa depan.
Hisahito yang lahir pada 6 September 2006 baru saja menginjak usia dewasa pada September 2024.
Ia diperkirakan mulai menjalani tugas resmi sebagai anggota keluarga kekaisaran Jepang setelah berusia 19 tahun.
Keluarga Pangeran Hisahito
Pangeran Hisahito merupakan anak ketiga sekaligus satu-satunya putra dari Pangeran Fumihito dan Putri Kiko.
Ia memiliki dua kakak perempuan, Putri Mako dan Putri Kako. Hisahito juga merupakan keponakan dari Kaisar Naruhito dan saat ini berada di urutan kedua pewaris takhta, setelah ayahnya, Fumihito.
Anggota Termuda Kekaisaran Jepang
Dengan total anggota hanya 16 orang, keluarga kekaisaran Jepang semakin menyusut. Hisahito menjadi anggota termuda dan salah satu dari lima pria di dalamnya, termasuk mantan Kaisar Akihito.
Ia juga tercatat sebagai pria pertama dalam hampir empat dekade terakhir yang mencapai usia dewasa di lingkungan kekaisaran, hal yang menyoroti tantangan krisis populasi Jepang.
Janji Pangeran Hisahito
Dalam konferensi pers perdananya di Akasaka Estate, Tokyo, Hisahito menyampaikan kesadarannya akan tanggung jawab baru.
“Saya berniat untuk menjalankan tugas saya dengan serius dan hati-hati, sambil menerima nasihat dari orang-orang di sekitar saya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa peran kaisar yang bersifat simbolis tetap penting. Hisahito berkomitmen untuk memperhatikan kehidupan masyarakat dan keadaan sosial sebagaimana yang dilakukan oleh kakeknya, Kaisar Akihito, dan pamannya, Kaisar Naruhito.
Pendidikan dan Minat
Saat ini, Hisahito berada di tahun terakhir sekolah menengah atas dan berencana melanjutkan studi biologi di Universitas Tsukuba pada musim semi 2025.
Ia mengungkapkan minatnya pada penelitian tentang serangga, terutama capung, serta cara melindungi populasi serangga di kawasan perkotaan. Di kompleks istana, ia bahkan mencoba menanam tomat dan padi.
Tuduhan Plagiarisme
Meski dikenal cerdas, perjalanan akademis Hisahito sempat diwarnai kontroversi. Pada 2021, ia meraih juara kedua dalam Children’s Nonfiction Literature Awards berkat esainya tentang perjalanan ke Kepulauan Ogasawara. Namun, setahun kemudian ia dituduh melakukan plagiarisme.
Badan Rumah Tangga Kekaisaran mengakui adanya kutipan yang “tidak memadai”, dan Hisahito berjanji akan memperbaiki karyanya. Meski begitu, penghargaan tersebut tidak dicabut hingga saat ini.
Debut publik Hisahito menjadi momen penting bagi Jepang, mengingat posisinya yang strategis dalam garis suksesi kekaisaran.
Dengan komitmen dan minat yang ia tunjukkan, banyak pihak menaruh harapan pada peran Hisahito dalam menjaga simbol keberlanjutan monarki tertua di dunia.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















