
Namun, penelitian tidak berhenti di situ. Tim FMBA juga sedang mengembangkan versi vaksin untuk jenis kanker lain yang lebih agresif, antara lain:
- Glioblastoma (tumor otak ganas),
- Melanoma okular,
- Beberapa bentuk melanoma kulit tertentu.
Semua kandidat vaksin tambahan tersebut kini berada pada tahap studi lanjut.
Selama ini, masyarakat lebih mengenal vaksin sebagai pencegah penyakit menular seperti campak atau cacar air.
Prinsipnya sama: melatih sistem imun mengenali ancaman. Bedanya, vaksin kanker melatih tubuh mengenali sel abnormal sebagai musuh, sehingga sistem imun bisa menyerang dan menghancurkannya.
Menurut American Cancer Society, beberapa vaksin kanker sudah tersedia, misalnya untuk kanker kandung kemih dan prostat, serta vaksin HPV yang mencegah kanker serviks dan beberapa kanker lain.
Namun, Enteromix masuk kategori vaksin terapeutik, yakni vaksin yang dirancang untuk mengobati kanker secara langsung, bukan hanya mencegahnya.
Harapan Baru Melawan Kanker
Jika uji klinis berhasil, Enteromix bisa menjadi salah satu tonggak penting dalam terapi kanker modern.
Dengan teknologi mRNA yang fleksibel, pendekatan ini berpotensi dikembangkan untuk berbagai jenis kanker lain di masa depan.
“Vaksin kanker bukan lagi sekadar mimpi. Dengan teknologi mRNA, kita kini punya alat yang lebih presisi untuk membantu tubuh melawan kanker,” ujar Skvortsova.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














