
Gejala paling umum dari neuropati perifer adalah kesemutan. Biasanya disertai mati rasa, rasa seperti tertusuk jarum, kelemahan otot, sensasi sentuhan yang tidak wajar, luka di kaki yang sulit sembuh, hingga hilangnya sensasi sepenuhnya pada kaki.
Kesemutan kerap muncul bersamaan dengan gejala lain diabetes, seperti sering buang air kecil, mudah haus, penglihatan kabur, berat badan menurun, hingga napas berbau manis seperti buah.
dr. Wisnu menekankan pentingnya pemeriksaan rutin ke dokter untuk mendeteksi risiko komplikasi neuropati diabetes sejak awal.
Kerusakan saraf yang menyebabkan neuropati perifer biasanya berkembang selama bertahun-tahun. Sementara gejala neuropati otonom pada penderita diabetes bisa berupa gangguan pencernaan, mual, muntah, retensi urine, infeksi saluran kemih berulang, disfungsi seksual, tekanan darah rendah, detak jantung tidak teratur, pusing hingga pingsan, serta keringat berlebihan.
Adapun gejala neuropati proksimal meliputi nyeri hebat yang muncul tiba-tiba di pinggul, paha, atau bokong. Penderita juga dapat mengalami kelemahan pada tungkai, hilangnya refleks seperti refleks lutut, penyusutan otot di area terdampak, hingga penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas.(mg2)
Editor : Jihan Muheri
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















