
Susu dipercaya membuat sistem pencernaan bekerja lebih ekstra, sehingga tidak cocok diminum setelah perut terisi makanan berat.
Akar Sejarah dari Zaman Romawi
Menariknya, kepercayaan ini punya jejak sejarah panjang. Menurut catatan, Galen, seorang dokter Yunani di era Romawi yang pernah menangani Kaisar Marcus Aurelius, meyakini susu berbahaya bagi hati dan ginjal. Ia juga menganggap perut sebagai “dapur” yang harus memasak makanan.
Jika susu dikonsumsi bersama makanan lain, ia percaya susu akan lebih lama membusuk di perut dan bisa memicu penyakit.
Seiring waktu, pandangan tersebut ikut membentuk kebiasaan masyarakat Italia dalam memandang susu, termasuk dalam sajian cappuccino.
Espresso Jadi Pilihan Sore Hari
Untuk siang hingga malam hari, orang Italia lebih memilih espresso. Minuman ini dianggap lebih ringan bagi perut sekaligus mampu memberikan dorongan energi cepat.
Tak heran, espresso menjadi “teman setia” bagi pekerja maupun warga yang membutuhkan tambahan tenaga di sela aktivitas harian.
Tradisi ini membuktikan bahwa kopi di Italia bukan sekadar minuman, tetapi bagian dari budaya dan identitas bangsa.
Jadi, jika suatu hari Anda berkunjung ke Italia, jangan heran bila memesan cappuccino di sore hari akan mengundang tatapan heran dari barista lokal.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















