
Para peneliti juga meneliti foto-foto hiu itu dan menemukan bahwa matanya tidak memiliki iris hitam khas hiu. Hal ini membuat mereka menyimpulkan bahwa hewan tersebut kemungkinan mengalami kondisi gabungan albino sekaligus xanthic.
Kondisi serupa sebelumnya pernah dicatat pada spesies pari (Raja montagui) di Laut Irlandia pada 2018, yang dikenal dengan istilah albino-xanthochromism.
Hingga kini, penyebab pasti pigmentasi abnormal pada hiu masih diteliti. Faktor genetik menjadi dugaan utama, tetapi lingkungan, suhu tinggi, stres, maupun ketidakseimbangan hormon juga mungkin berperan dalam memunculkan warna yang berbeda.
Menurut Macías-Cuyare, xanthism umumnya diwariskan secara genetik. Namun, riset lebih mendalam tetap dibutuhkan untuk memahami faktor yang memengaruhi perubahan warna tak biasa pada hiu ini.
Keberlangsungan hidup hiu tersebut juga menjadi perhatian. Umumnya, hewan berevolusi memiliki warna tertentu untuk bertahan hidup di lingkungannya. Warna oranye terang seharusnya justru menghambat, namun hiu ini terbukti bisa tumbuh dewasa tanpa kendala berarti.
“Banyak hal yang bisa memengaruhi kondisi ini, termasuk faktor lingkungan, tetapi semua masih bersifat spekulatif sampai variabel genetiknya benar-benar diuji,” tutup Macías-Cuyare.(mg2)
Editor : Jihan Muheri
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















