Kurang Tidur dan Stres Bisa Bikin Berat Badan Naik, Bukan Cuma Pola Makan

BOGORTODAY.COM – Banyak orang mengira naik turunnya berat badan hanya dipengaruhi pola makan dan olahraga.

Padahal, ada faktor lain yang diam-diam punya pengaruh besar terhadap angka di timbangan, yakni kurang tidur dan stres.

Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dari Kementerian Kesehatan, prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas di Indonesia tercatat mencapai 37,8 persen.

Angka ini menegaskan pentingnya memperhatikan faktor-faktor tersembunyi yang sering terabaikan dalam menjaga berat badan ideal.

Kurang Tidur dan Stres Tingkatkan Risiko Obesitas

Wakil Ketua Dewan Penasihat Nutrisi Herbalife, Rocio Medina Badiano, menjelaskan bahwa kurang tidur dapat memicu rasa lapar berlebih sekaligus menurunkan energi.

Kondisi ini mendorong seseorang makan lebih banyak namun jarang beraktivitas, sehingga berat badan pun naik.

Sementara itu, stres berkepanjangan memiliki efek negatif terhadap kesehatan mental maupun fisik.

BACA JUGA :  Indonesia Kehilangan Dua Wakil di Hari Kedua Indonesia Open 2026, Jepang Terlalu Tangguh

“Stres dapat memengaruhi hormon pengatur nafsu makan, menurunkan semangat untuk beraktivitas, sekaligus mengganggu kualitas tidur. Kombinasi faktor-faktor ini meningkatkan risiko obesitas dan penyakit terkait,” ujar Rocio, Senin (9/8/2025).

Nutrisi Seimbang Jadi Kunci

Rocio menegaskan pentingnya pola nutrisi seimbang sebagai pondasi kesehatan. Konsumsi makanan kaya protein, zat besi, serta aneka buah dan sayuran berwarna mampu mendukung metabolisme, energi, dan daya tahan tubuh.

“Protein dari daging tanpa lemak, kacang-kacangan, hingga tahu bisa membantu rasa kenyang lebih lama. Sementara zat besi penting bagi perempuan pramenopause untuk mencegah defisiensi akibat kehilangan darah bulanan,” jelasnya.

Selain itu, hidrasi juga sangat penting. Mengonsumsi minimal delapan gelas air per hari, ditambah buah dan sayuran tinggi air seperti melon, jeruk, atau mentimun, bisa membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.

BACA JUGA :  Piala AFF 2026 Jadi Ajang Pembuktian Kualitas Pemain Domestik Racikan John Herdman

Olahraga dan Tidur Berkualitas

Tidak kalah penting, aktivitas fisik rutin minimal 150 menit per minggu sangat dianjurkan. Olahraga bukan hanya menjaga jantung, tulang, dan metabolisme, tetapi juga terbukti meningkatkan kualitas tidur.

Perempuan yang rajin berolahraga aerobik, misalnya, cenderung tidur lebih nyenyak dan terhindar dari gangguan tidur, terutama setelah menopause.

Selain itu, menjaga kebiasaan tidur sehat seperti memiliki jadwal tidur teratur, menghindari gawai sebelum istirahat, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman dapat membantu tubuh beristirahat optimal.

“Perubahan sederhana yang dilakukan secara konsisten—mulai dari pola makan, hidrasi, olahraga, hingga tidur—dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan perempuan maupun masyarakat secara keseluruhan,” tegas Rocio.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================