
BOGORTODAY.COM — Kabupaten Bogor diharapkan memberikan perhatian serius kepada petani lokal. Pasalnya, BUMDes Pasirmadang bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Ciparay Makmur Berkah baru saja sukses memanen sekitar 40 ton bawang merah dari lahan seluas 3 hektare di Kecamatan Sukajaya. Panen ini merupakan kali kedua setelah sebelumnya berhasil melakukan uji coba.
Ketua KTH Ciparay Makmur Berkah, Firman Firdaus, menjelaskan bahwa panen dilakukan di tiga titik berbeda. Dengan keseluruhan memanen hingga 40 tone bawang merah.
“Di hari pertama panen ini sekitar 20 ton, sehingga total hasil panen selama dua hari mencapai 40 ton,” ungkapnya kepada wartawan saat kegiatan panen pada Selasa (9/9/2025).
Firman mengatakan, sebanyak 3 ton bibit bawang merah ditanam oleh petani setempat. Hasil panen tidak hanya dipasarkan di wilayah Bogor dan sekitarnya, tetapi juga sudah menjangkau luar Pulau Jawa.
“Panen sebelumnya kami kirim ke Papua, tepatnya ke Nabire, Manokwari, Jayapura, dan Papua Pegunungan,” jelasnya.

Ke depan, Firman menyebut pihaknya tak hanya fokus pada penjualan hasil panen, melainkan juga pada pembibitan.
“Harapannya banyak petani lain yang ikut menanam bawang merah. Selain masa panennya singkat, hasilnya juga sangat menjanjikan jika dikelola dengan baik,” ujarnya.
Meski begitu, para petani masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari terbatasnya tenaga ahli, kurangnya peralatan pertanian, hingga buruknya infrastruktur jalan.
“Saat ini kami hanya memiliki satu tenaga ahli. Peralatan dan fasilitas pertanian pun masih sangat terbatas,” kata Firman.
Kendala terbesar lainnya adalah akses jalan. Hasil panen sulit diangkut karena jalan dari kebun menuju gudang masih berupa tanah merah. Kondisi ini semakin parah ketika musim hujan tiba.
“Jalan Usaha Tani (JUT) sudah kami usulkan dan sempat diukur, tapi hingga kini belum ada realisasinya. Padahal JUT sangat penting untuk memperlancar distribusi hasil panen,” tegas Firman.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bogor dan dinas terkait dapat memberikan dukungan nyata terhadap pertanian di Sukajaya.
“Bukan hanya bibit dan pupuk saja, tapi juga peralatan pertanian dan infrastruktur jalan. Dengan begitu, produktivitas petani bisa lebih maksimal,” pungkasnya.
Bagi HalamanWartawan : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















