
Selain masalah fisik, Vanenburg juga menyoroti kurangnya kreativitas dalam membangun serangan. Ia menyebut bahwa gaya bermain bola atas tidak efektif melawan tim seperti Korea yang unggul secara postur dan kekuatan.
“Melawan tim-tim seperti Korea ini kalau bermain dengan bola-bola atas memang agak kesusahan, karena mereka jauh lebih tinggi secara fisik, badannya juga lebih besar,” sambung Vanenburg.
“Nah mungkin kita harus kembali ke dasar, memainkan bola, harus berpikir secara kreatif apa yang harus dilakukan antarlini, jadi harus lebih mendetail lagi.”
Ia menegaskan bahwa solusi jangka panjang adalah memastikan para pemain muda mendapatkan menit bermain yang cukup di level klub, agar mereka siap secara fisik dan mental saat tampil di ajang internasional.
“Jadi ini dua hal yang harus dibicarakan, satu dari fisik dan satu lagi mungkin pemain-pemain ini kalau kembali ke klubnya perlu jam terbang sehingga saat menghadapi turnamen seperti ini, mereka siap,” sambungnya. (mg1)
Editor : Samudera
Sumber : iNews
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















