BOGORTODAY.COM – Hampir semua susu dalam kemasan yang dijual di pasaran sudah mengalami proses sterilisasi, baik dengan metode UHT maupun pasteurisasi.
Proses ini membuat susu lebih awet, aman dikonsumsi, dan praktis disimpan. Namun, ternyata tidak semua orang aman meminum susu steril.
Bagi beberapa kelompok dengan kondisi kesehatan tertentu, kandungan dalam susu justru bisa memicu masalah.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui siapa saja yang sebaiknya menghindari susu steril.
- Penderita Alergi Susu
Alergi susu berbeda dengan intoleransi laktosa. Pada alergi susu, sistem imun bereaksi terhadap protein susu dan menghasilkan antibodi imunoglobulin E (IgE).
Gejalanya meliputi:
- Muntah
- Diare
- Ruam kulit
- Darah dalam tinja
- Anafilaksis (reaksi alergi berat, berisiko fatal)
- Penderita Intoleransi Laktosa
Kondisi ini terjadi karena tubuh kekurangan enzim laktase yang berfungsi memecah gula susu (laktosa). Akibatnya, konsumsi susu dapat menimbulkan:
- Kembung
- Gas berlebih
- Diare
Beberapa orang masih bisa mentoleransi produk rendah laktosa seperti yogurt, sedangkan lainnya harus benar-benar menghindari susu biasa. Alternatif lebih aman adalah susu steril bebas laktosa.
- Penderita Sensitivitas Kasein
Kasein adalah protein utama dalam susu. Pada sebagian orang, kasein dapat memicu peradangan di saluran pencernaan maupun tubuh secara umum. Gejalanya berupa nyeri perut, diare, hingga reaksi inflamasi lain.
- Orang yang Rentan Jerawat
Studi dari Journal of the American Academy of Dermatology (2016) menunjukkan adanya kaitan antara konsumsi susu dengan jerawat, terutama pada remaja dan dewasa.
Susu dapat memengaruhi hormon insulin dan IGF-1 yang berperan dalam munculnya jerawat.
- Penderita Eksim dan Rosacea
Beberapa penelitian menemukan bahwa produk susu dapat memperburuk gejala eksim dan rosacea.
Meski ada juga studi yang menunjukkan efek positif, penderita yang mengalami perburukan kondisi setelah minum susu steril sebaiknya berhati-hati.
- Penderita Kanker Payudara
Beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi produk susu tinggi lemak berkaitan dengan peningkatan risiko kanker payudara.
Menurut penelitian, perempuan yang banyak mengonsumsi keju tinggi lemak memiliki risiko hingga 53% lebih tinggi terkena kanker payudara.
- Penderita Kanker Prostat
Meta-analisis terhadap 32 studi pada 2015 menunjukkan bahwa konsumsi tinggi produk susu, baik full-fat maupun low-fat, dapat meningkatkan risiko kanker prostat.
Pria yang mengonsumsi tiga porsi produk susu atau lebih per hari memiliki risiko kematian akibat kanker prostat lebih tinggi dibandingkan dengan yang konsumsi kurang dari satu porsi.
Susu steril memang aman, praktis, dan bergizi bagi sebagian besar orang. Namun, bagi kelompok dengan kondisi kesehatan tertentu seperti alergi, intoleransi laktosa, hingga penderita kanker tertentu, konsumsi susu steril justru bisa menimbulkan risiko.
Jika kamu termasuk dalam kelompok di atas, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan alternatif susu atau pola makan yang lebih sesuai.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















