
“Kita juga memberikan berbagi contoh tindakan buling fisik seperti tendang, dorong dan intimidasi, serangan siber juga pelecehan seksual,” ucap dia.
Ia menegaskan bahwa ponpes merupakan lingkungan pendidikan, sehingga perlu adanya pemahaman terkait ciri-ciri perundungan terhadap para santri.
“Ini dilaksanakan di ponpes, karena area ponpes kerap terjadi hal serupa. Namun kalau kenakalan remaja pada umumnya tidak lah dominan,” bebernya.
Ia juga menghimbau kepada seluruh orang tua dan wali murid agar senantiasa mengawasi anak didiknya guna meminimalisir terjadinya kasus perundungan di lingkungan pendidikan.
“Dengan kegiatan ini tentunya bisa meminimalisir terjadinya kasus perundungan dan bagi para orang tua bisa lebih bisa mengawasi agar tidak terjadi perundungan,” tandasnya.
Editor : Ilham Ariyansyah
Wartawan : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















