Cabai dan Beras Naik Tajam, Ibu Rumah Tangga Menjerit di Leuwiliang

Pasar Cibinong
Seorang pedagang sayur di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mengeluhkan pasokan yang tersendat akibat terganggunya distribusi, sehingga harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan, Selasa (2/9/2025). Foto : Rifki Ramadhan/Bogor Today.

BOGORTODAY.COM — Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Tradisional Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, terus merangkak naik sejak awal September 2025. Kondisi ini membuat masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, harus memutar otak untuk mengatur belanja harian.

Pantauan pada Senin (15/9/2025) mencatat, harga cabai keriting merah naik dari Rp35.000 menjadi Rp55.000 per kilogram. Cabai merah dari Rp28.000 kini Rp35.000, sedangkan cabai rawit merah naik dari Rp30.000 menjadi Rp38.000 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada beras. Beras premium yang semula Rp13.500 kini Rp14.500 per liter, dan beras medium dari Rp11.500 menjadi Rp12.500.

BACA JUGA :  Dukung Pemerataan Layanan Kesehatan di HJB ke-544, Jajaran RSUD R. Moh. Noh Nur Hadiri Upacara di Malasari

Kepala Pasar Leuwiliang, Mulyadi, menyebutkan kenaikan juga merembet ke harga ayam potong.

“Ayam boiler yang biasanya Rp36.000 sekarang Rp40.000 per kilogram. Lonjakan ini mulai terjadi sejak awal bulan September,” ujarnya.

Ia menjelaskan, peningkatan harga dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat, terutama menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW).

“Permintaan meningkat signifikan, terutama untuk daging ayam,” jelasnya.

Untuk menekan harga agar tidak semakin melonjak, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Kabupaten Bogor.

BACA JUGA :  Rekomendasi Primer untuk Kulit Berminyak agar Makeup Tahan Lama dan Tidak Mudah Luntur

“Setiap hari kami perbarui data harga dan melaporkannya ke Disdagin. Dari sana akan ditentukan strategi pengendalian harga di tingkat hulu,” tegasnya.

Sementara itu, ibu rumah tangga Dian Nuraini mengaku kewalahan menghadapi kenaikan harga ini.

“Kalau semua naik begini, terpaksa harus lebih ketat ngatur uang belanja. Soalnya pendapatan tetap, tapi harga terus naik,” keluhnya.

Dian berharap pemerintah segera turun tangan dalam menurunkan lonjakan harga pangan dipasaran tersebut.

“Harapannya harga bisa segera stabil, biar enggak terlalu membebani masyarakat,” pungkasnya.

Bagi Halaman

Editor : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================