Jalur Pendakian Gunung Fuji Resmi Ditutup Hingga Juli 2026

BOGORTODAY.COM – Mulai Rabu, 10 September 2025, seluruh jalur pendakian ke Gunung Fuji, Jepang, ditutup untuk umum hingga Juli tahun depan.

Kebijakan ini diambil demi keselamatan pendaki, mengingat kondisi musim dingin yang ekstrem membuat aktivitas pendakian sangat berbahaya.

Penutupan Empat Jalur Utama

Dilansir dari Japan Today, penutupan berlaku untuk keempat jalur utama menuju puncak, yaitu:

  • Jalur Yoshida di Prefektur Yamanashi
  • Jalur Gotemba di Prefektur Shizuoka
  • Jalur Fujinomiya di Prefektur Shizuoka
  • Jalur Subashiri di Prefektur Shizuoka

Keempat jalur tersebut sebelumnya dibuka pada musim panas, di mana para pendaki dapat memulai perjalanan dari stasiun kelima (5th station) hingga ke puncak gunung.

BACA JUGA :  Nilai Anak Menurun? Ini Sikap yang Sebaiknya Dilakukan Orang Tua

Aturan Baru dan Konsekuensinya

Meningkatnya jumlah pendaki dalam beberapa tahun terakhir membuat otoritas Prefektur Yamanashi dan Shizuoka menerapkan sejumlah aturan baru, seperti biaya masuk dan sistem reservasi.

Selain itu, Prefektur Yamanashi juga memberlakukan pembatasan jam akses untuk mencegah pendakian yang tidak terencana dan berisiko.

Ada dua alasan utama pendaki harus mematuhi larangan ini:

  1. Risiko Keselamatan
    Mendaki Gunung Fuji di luar musim pendakian meningkatkan risiko hipotermia serta memperlambat respons tim penyelamat jika terjadi insiden.
  2. Konsekuensi Hukum
    Mendaki tanpa izin di luar musim resmi tergolong tindak pidana. Pelanggar dapat dijatuhi denda hingga 300.000 yen (sekitar Rp33 juta) atau hukuman penjara hingga enam bulan.
BACA JUGA :  Pengusaha Vila di Bogor Selatan Akan Dipanggil DPRD Kabupaten

Pemerintah Prefektur Shizuoka menegaskan, kebijakan ini bukan hanya untuk melindungi para pendaki, tetapi juga untuk menjaga kelestarian lingkungan Gunung Fuji.

Gunung Fuji, Simbol Kebanggaan Jepang

Dengan ketinggian 3.776,24 meter di atas permukaan laut, Gunung Fuji merupakan gunung tertinggi di Jepang sekaligus ikon budaya yang diakui dunia.

Gunung ini terdaftar sebagai Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO, sehingga pelestarian dan pengelolaan jalurnya menjadi sangat penting.

Mematuhi aturan penutupan jalur pendakian bukan hanya soal keselamatan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap alam dan simbol kebanggaan masyarakat Jepang.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================