Membedah Faktor Sosial di Balik Kasus Remaja Bakar Kios Pecel Lele di Cileungsi

kios pecel lele
Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor, Waspada. Foto : Dok. pribadi.

BOGORTODAY.COM – Kasus dugaan pembunuhan berencana yang melibatkan anak di bawah umur kembali mengguncang Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Seorang remaja berusia 16 tahun diduga nekat membakar kios pecel lele di Kawasan Cileungsi, yang dihuni nenek dan pamannya.

Peristiwa tragis ini tidak hanya memunculkan duka, tetapi juga membuka ruang diskusi tentang pengaruh lingkungan, pola asuh, dan media sosial terhadap perilaku anak.

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor, Waspada, menilai kasus tersebut harus dilihat secara komprehensif. Menurutnya, pelaku tidak sepenuhnya berdiri sebagai pelaku tunggal, melainkan juga korban dari kondisi sosial yang melingkupinya.

BACA JUGA :  Menjemput Keberkahan: Panduan Sunnah Rasulullah SAW Sebelum dan Sesudah Tidur

“Pelaku adalah juga korban, yakni korban dari lingkungan, korban dari media sosial, korban dari salah pengasuhan, dan mungkin juga korban dari salah pergaulan,” ujar Waspada, Senin (15/9/2025).

Meski menyebut pelaku sebagai korban, Waspada menegaskan proses hukum tetap harus dijalankan. Hanya saja, karena pelaku masih berstatus Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH), pendekatan yang digunakan harus mengacu pada Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA).

BACA JUGA :  Cara Menghadapi Bos Toksik Tanpa Harus Resign di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

“Pelaku tetap harus mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan aturan. Tetapi sebagai anak, hak-haknya juga harus dipenuhi,” jelasnya.

Pendekatan ini, kata Waspada perlu dilakukan dengan menyeimbangkan antara keadilan bagi korban dan pemenuhan hak anak yang menjadi pelaku. Tujuannya agar sistem peradilan tidak hanya berfokus pada hukuman, tetapi juga memberi ruang bagi proses rehabilitasi.

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================