
Menurutnya, kasus di Cileungsi besarnya pengaruh media sosial dan penggunaan gadget terhadap perilaku remaja. Minimnya penyaringan konten kekerasan, pornografi, hingga pergaulan bebas diyakini menjadi salah satu pemicu anak berperilaku agresif.
“Banyak anak melakukan kekerasan fisik maupun seksual diduga karena sering mengakses kekerasan dari gadget,” tutur Waspada.
Ia mengingatkan para orang tua agar lebih hadir dalam mendampingi anak-anaknya, baik dalam pengasuhan maupun pengawasan penggunaan teknologi.
Peristiwa di Cileungsi bukanlah kasus tunggal. Laporan KPAD menunjukkan tren meningkatnya keterlibatan anak dalam tindak kekerasan, mulai dari tawuran, bullying, hingga tindak pidana serius.
Fenomena ini menjadi alarm bagi masyarakat dan pemerintah untuk memperkuat literasi digital, membangun pola asuh yang lebih sehat, serta menciptakan ruang-ruang sosial yang ramah anak.
“Orang tua dan keluarga harus memerhatikan anak-anaknya agar tidak terpengaruh pergaulan buruk maupun konten berbahaya di media sosial,” tegas Waspada.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















