
“Anak-anak di Maluku dan Papua akan punya akses belajar yang sama dengan anak-anak di Jakarta, pasien di pulau kecil bisa konsultasi dengan dokter terbaik, dan UMKM kita bisa bersaing di dunia digital. Inilah makna pemerataan digital yang sesungguhnya,” ujarnya.
Satelit Nusantara Lima resmi diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, pada 2 September 2025 pukul 08.56 WIB.
Dengan kapasitas mencapai 160 Gbps, N5 kini menjadi satelit komunikasi terbesar di kawasan Asia Tenggara. Satelit ini akan menempati slot orbit strategis di 113° Bujur Timur, yang dikenal sebagai golden spot, mencakup seluruh wilayah Indonesia dan memperkuat konektivitas khususnya di bagian timur negara.
Satelit N5 dimiliki oleh PT Satelit Nusantara Lima (SNL), anak perusahaan dari PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), dan dikembangkan melalui kolaborasi internasional bersama Boeing Satellite Systems, Hughes Network Systems, serta SpaceX. Pemerintah, melalui Komdigi, memastikan proses registrasi orbit berjalan sesuai prosedur dan tetap menjaga kedaulatan nasional dalam pengelolaan satelit tersebut. (mg1)
Editor : Samudera
Sumber : iNews
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















