Bayi Perempuan yang Ditemukan di Puncak Jadi Rebutan Orang Tua Asuh

BOGORTODAY.COM – Penemuan seorang bayi perempuan di sekitar kebun Puncak, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjadi sorotan publik. Bayi mungil yang ditemukan seorang anak kecil itu kini dirawat di rumah sakit dan banyak warga berminat untuk mengadopsinya.

Kader Kluster Disabilitas Mental Kecamatan Megamendung, Siti Khodijah, mengungkapkan antusiasme warga yang ingin menjadi orang tua asuh.

“Iya, banyak warga yang berminat mengadopsi, terutama karena bayi ini perempuan,” ujarnya kepada metrobogor.com, Selasa (16/9/2025).

Namun, di balik rasa iba dan keinginan mulia untuk mengasuh, proses adopsi tidaklah sederhana. Siti menyampaikan kewenangan penuh berada di tangan Dinas Sosial (Dinsos).

BACA JUGA :  Netanyahu Tegaskan Israel Akan Hentikan Ancaman Iran, Sebut Rezim Teheran Tak Akan Bertahan

“Ada aturan prosedur adopsi bayi terlantar, kewenangannya ada di Dinsos dengan berbagai persyaratan. Jadi kami di kecamatan tidak berwenang,” jelasnya.

Menurut Siti, persyaratan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan hukum agar bayi benar-benar mendapat kehidupan yang layak.

“Jangan sampai bayi yang diadopsi justru tidak terawat dengan baik,” tambahnya.

Saat ini, bayi yang sempat ditemukan dalam kondisi memprihatinkan itu masih dirawat intensif di rumah sakit. Pihak medis menempatkannya dalam inkubator untuk memastikan kesehatan dan perkembangannya stabil sebelum nantinya diserahkan ke Dinsos.

BACA JUGA :  Kehamilan di Usia 40-an: Tidak Selalu Aman Jika Disertai Penyakit Berat

Kepala Dinsos Kabupaten Bogor, Farid Ma’ruf, menegaskan pihaknya tidak menutup peluang bagi siapa pun yang ingin mengadopsi. Namun, ia mengingatkan bahwa semua proses harus melalui jalur resmi.

“Betul, siapa saja boleh mengadopsi, tapi harus mengikuti prosedur. Silakan ajukan langsung ke Dinsos,” katanya.

Farid menjelaskan, prosedur adopsi diatur dalam regulasi nasional yang melibatkan kajian menyeluruh terhadap calon orang tua asuh, mulai dari kondisi ekonomi, psikologis, hingga kesiapan lingkungan keluarga.

Bagi Halaman

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================