
Upaya mitigasi telah dilakukan pihak sekolah, termasuk pembuatan sumur resapan dan langkah-langkah pencegahan lainnya. Namun, Indriana meminta perlunya perhatian serius dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
“Kami juga berharap adanya bantuan untuk perbaikan infrastruktur sekolah,” tambahnya.
Camat Parung, Adhi Nugraha, menegaskan bahwa kondisi banjir ini dipicu oleh rendahnya posisi sekolah dibandingkan jalan serta minimnya fasilitas drainase.
“Pertama, posisi sekolah lebih rendah dari jalan. Kedua, kurangnya sumur resapan. Dan yang paling krusial, tidak ada saluran drainase di sepanjang Jalan Raya Cogreg,” ujarnya.
Sebagai solusi sementara, Adhi menyarankan sekolah memperbanyak sumur resapan. Ia juga menyebut, pihaknya telah mengajukan pembangunan drainase sepanjang 700 meter melalui Musrenbang.
“Kami harap pengajuan ini bisa segera terealisasi untuk mencegah banjir di masa depan,” ujarnya.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















