Laporan GII 2025: Swiss Masih Juara, Indonesia Naik ke Peringkat 55 Inovasi Global

Meski ada pergeseran peringkat, laporan GII juga menyoroti adanya tantangan global dalam pendanaan inovasi.

Pertumbuhan investasi R&D diperkirakan hanya 2,3% pada 2025, melambat dari 2,9% tahun lalu. Angka ini merupakan yang terendah sejak krisis keuangan global 2010.

Indonesia Naik ke Peringkat 55

Bagaimana dengan Indonesia?
Kabar baiknya, Indonesia berhasil naik ke peringkat 55 dari sebelumnya peringkat 61 pada 2023. Dalam kategori negara berpenghasilan menengah, Indonesia masuk kelompok “innovation overperformers” alias negara yang tingkat inovasinya melampaui proyeksi berdasarkan pendapatan nasional.

Sejak 2013, Indonesia tercatat konsisten mengalami pertumbuhan inovasi, berada satu level dengan Brasil dan Afrika Selatan.

BACA JUGA :  10 Makanan Terbaik untuk Meningkatkan Fokus dan Ingatan Otak

Beberapa faktor yang menjadi kelebihan Indonesia antara lain:

  • Stabilitas lingkungan bisnis dan kebijakan pendukung.
  • Skala pasar domestik yang besar sehingga menarik bagi startup.
  • Kemampuan perusahaan menghasilkan aset tak berwujud seperti kekayaan intelektual, merek, dan perangkat lunak.
  • Peningkatan ekspor barang-barang kreatif.

Pekerjaan Rumah Indonesia

Meski mencatatkan kemajuan, Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pengembangan inovasi, di antaranya:

  • Investasi di pendidikan dasar dan menengah untuk mencetak sumber daya manusia yang lebih inovatif.
  • Pengembangan infrastruktur, termasuk kelistrikan dan digitalisasi.
  • Optimalisasi akses pembiayaan untuk institusi mikroekonomi dan usaha kecil.
  • Keterkaitan riset akademik dengan industri yang masih lemah.
BACA JUGA :  Oppo dan Vivo Dikabarkan Siapkan Kamera Vlogging Premium, Siap Tantang Dominasi DJI

Diharapkan ke depan, publikasi ilmiah dan riset teknis di Indonesia semakin ditingkatkan agar dapat memperkuat jumlah serta kualitas paten yang bersaing di kancah global.

GII Dinilai dari 78 Indikator

Indeks Inovasi Global 2025 melibatkan 139 negara dan wilayah, dengan penilaian berbasis 78 indikator. Indikator ini terbagi ke dalam dua kelompok utama:

  • Input Inovasi: kualitas institusi, sumber daya manusia, infrastruktur, kondisi pasar, hingga kolaborasi akademisi-industri.
  • Output Inovasi: hasil konkret inovasi berbasis teknologi serta dampaknya pada ekonomi kreatif dan industri.
Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================