BOGORTODAY.COM – Polytron semakin serius merambah pasar otomotif Indonesia. Setelah sebelumnya meluncurkan motor listrik, pada Mei 2025 pabrikan elektronik asal Kudus ini resmi memperkenalkan mobil listrik Polytron G3 dan G3+. Keduanya dirakit di fasilitas perakitan PT Handal Indonesia di Purwakarta.
Namun, bagaimana performa penjualannya setelah tiga bulan dipasarkan?
Penjualan Masih Terbatas
Berdasarkan data wholesales (distribusi pabrik ke dealer) yang dirilis Gaikindo periode Agustus 2025, mobil listrik Polytron mencatat distribusi sebanyak 21 unit. Jika ditotal sejak Juli 2025, 43 unit G3 dan G3+ sudah dikirim ke dealer.
Sementara itu, dari sisi retail (dealer ke konsumen), pada periode Juli–Agustus 2025 tercatat baru 18 unit yang resmi masuk ke garasi konsumen Indonesia.
Direktur Komersial Polytron, Tekno Wibowo, sebelumnya menyebut bahwa pihaknya tidak menargetkan angka penjualan setinggi merek China. Polytron menargetkan bisa menjual 1.500 unit hingga akhir tahun 2025.
Mengusung Teknologi Skyworth Auto
Mobil listrik Polytron memanfaatkan teknologi dari Skyworth Auto, rekanan asal Tiongkok. Meski begitu, produk yang dipasarkan di Indonesia sudah disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal.
Secara teknis, mobil ini dibekali baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 51,916 kWh, motor listrik bertenaga 150 kW, dan torsi 320 Nm. Kombinasi tersebut menghasilkan akselerasi 0–100 km/jam dalam 9,6 detik dengan kecepatan puncak 150 km/jam.
Mobil ini juga punya jarak tempuh 402 km (CLTC), ground clearance 158 mm, serta dimensi yang dinilai sesuai dengan kondisi jalan di Indonesia.
Garansi Panjang
Untuk memberikan rasa aman kepada konsumen, Polytron menyertakan garansi 5 tahun untuk kendaraan, 8 tahun untuk baterai non-subscription, dan garansi seumur hidup untuk baterai subscription.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















