
Ia sebelumnya juga meminta pemerintah agar fokus meningkatkan penerimaan negara lewat produktivitas, bukan semata-mata lewat tambahan pajak.
Langkah ini berjalan beriringan dengan kebijakan baru yang diumumkan Kamis lalu, yaitu menurunkan batas harga minyak demi menjaga cadangan fiskal tetap terisi di tengah tekanan sanksi Barat.
“Untuk membuat keuangan kita lebih tangguh, kami mengusulkan agar ketergantungan pada berbagai faktor pembatas, baik harga maupun volume, bisa dikurangi,” ujar Menteri Keuangan Rusia, Anton Siluanov.
Tantangan Ekonomi: Minyak Lesu, Pertumbuhan Melambat
Menurut perhitungan Reuters, penjualan minyak dan gas Rusia pada September 2025 diperkirakan turun sekitar 23% dibanding tahun lalu.
Faktor utama penurunan ini adalah harga minyak yang lebih rendah serta penguatan mata uang rubel.
Putin juga mengeluhkan lambatnya pertumbuhan ekonomi. Tahun ini, ekonomi Rusia diproyeksikan hanya tumbuh 1%, jauh lebih rendah dibanding capaian 4,3% pada tahun 2024.
Kenaikan pajak bagi orang kaya menjadi salah satu instrumen fiskal yang dipertimbangkan untuk menjaga stabilitas keuangan Rusia.
Namun, kebijakan ini tetap penuh risiko, baik dari sisi daya tarik investasi maupun ketahanan ekonomi di tengah perang yang belum menunjukkan tanda berakhir.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















