
Denny juga mengingatkan kembali kepada para sekretaris OPD untuk tidak menunda proses pengadaan.
“Kalau pengadaannya masuk di APBD murni, maka prosesnya juga harus dilakukan di waktu yang sama. Jangan sampai baru dilaksanakan di semester dua atau saat APBD perubahan. Ini terus kami ingatkan agar tidak terjadi gagal lelang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian PBJ Setda Kota Bogor, Lia Kania Dewi, memaparkan bahwa nilai ITKP Kota Bogor menunjukkan tren positif selama lima tahun terakhir. Pada tahun 2021, nilai ITKP masuk kategori “cukup” dengan skor 53,16. Pada 2022 meningkat menjadi 69,7, dan tahun 2023 mencapai kategori “baik” dengan skor 76,9. Terakhir, pada 2024 skor meningkat menjadi 78,3.
Namun, ia mencatat bahwa hingga 19 September 2025, nilai indikator pemanfaatan sistem pengadaan masih berada di angka 25,58.
“Sosialisasi ini bertujuan agar peserta memahami secara utuh konsep ITKP, indikator penilaian, serta strategi peningkatannya. Harapannya, target ITKP di masing-masing perangkat daerah bisa tercapai,” tutur Lia.
Lia menambahkan, tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai ITKP, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, serta menyusun rencana aksi bersama untuk meningkatkan skor ITKP tahun 2025.
“Kami ingin memperkuat sinergi antar-OPD dan UKPBJ dalam mewujudkan tata kelola pengadaan yang transparan, akuntabel, dan efisien,” pungkasnya.
Wartawan : Aditya Nugraha
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















