
“Kalau mau ada getaran biasanya ada suara dulu, gemuruh dari bawah. Beda dengan gempa laut yang langsung goyang,” ujarnya.
Hasan menungkapkan, kejadian gempa di wilayah tersebut bukan kali pertama. Gempa bahkan kerap terjadi setiap tahun, terutama menjelang akhir tahun.
“Sering terjadi hampir tiap tahun dan kejadiannya pada akhir tahun lagi,” ungkapnya.
Sementara, Kapolsek Leuwiliang Kompol Maryanto mengonfirmasi data sementara terdapat 127 rumah mengalami kerusakan ringan, satu diantara rusak berat, serta satu mushola terdampak.
“Gempa yang mengakibatkan beberapa rumah yang ada dikampung Cianten mengalami kerusakan ada kurang lebih 127 rumah terkena dampak ringan. 1 rumah berat dan 1 lagi bangunan mushola,” kata Kompol Maryanto, Senin (22/9/2025).
Kompol Maryanto mengatakan, sejumlah personil telah diterjunkan untuk melakukan assessment dilokasi. Yakni terdiri dari petugas gabungan kecamatan Leuwiliang.
Editor : Gistin Illiyin
Wartawan : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















