
Agus menambahkan, masyarakat menduga gempa yang kerap dirasakan berkaitan dengan aktivitas pengeboran PT Star Energy Geothermal.
“Kalau masyarakat sekitar cenderung berasumsi karena wilayah kerja PT SEG,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut hingga kini belum ada perhatian dari pihak perusahaan, padahal warga mengalami kerugian material.
“Lokasi kami sangat berdekatan dengan wilayah kerja PT SEG. Gempa sering terjadi, bahkan pada 2023 kejadiannya sangat parah,” ungkapnya.
Agus menegaskan, saat ini perusahaan tersebut tengah melakukan pengeboran pada sembilan titik untuk kepentingan saluran listrik.
“Informasinya memang ada sembilan titik pengeboran di lokasi kerja PT SEG,” pungkasnya.
Editor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















