
“Masih ada desa-desa yang belum ter-cover. Kami berharap ada solusi agar kebutuhan semua desa bisa terpenuhi sesuai tujuan awal,” tambahnya.
Apih Ujang berharap. Setelah rapat kordinasi ditingkat kecamatan ini bisa menjadi tindak lanjut dimeja pemerintah daerah. Sehingga bisa direalisasikan secepatnya maksimum pada tahun 2026.
Senada, Kepala Desa Cisarua, Samit, menyampaikan keluhan serupa. Ia menyoroti kondisi bak penampungan air bersih yang dibangun pada 2017, kini tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
“Bak penampungan yang dibangun waktu itu sekarang kosong dan tidak terpakai. Program perawatan dari kementerian juga tidak berjalan. Akibatnya, masyarakat tidak bisa memanfaatkan fasilitas tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Substansi Air Minum, Fufung, menjelaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan rencana pembangunan jangka panjang berupa sistem penyediaan air minum (SPAM) atau pipanisasi untuk desa-desa di Kecamatan Sukajaya.
Fufung menjelaskan, potensi air yang berada di kecamatan Sukajaya memang layak disalurkan. Mengingat dari hal uji laboratorium sumber mata air di gunung halimun bisa digunakan oleh masyarakat.
“Sukajaya ini punya potensi SPAM yang bisa digunakan secara keseluruhan. Artinya, antar desa bisa terhubung dengan memanfaatkan salah satu sumber di Desa Cisarua. Desa yang tidak memiliki sumber air nantinya juga bisa ikut memanfaatkan,” pungkasnya.
Editor : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















